DETERMINAN YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN MYOPIA PADA PELAJAR SEKOLAH DASAR DI SDN 1 CIKALANG KOTA TASIKMALAYA

Authors

  • Itmam Milataka Universitas BTH Tasikmalaya, Indonesia
  • Dewi Laelaatul Badriah Prodi S2 Kesehatan Masyarakat, Universitas Bhakti Husada Indonesia, Indonesia
  • Dwi Nastiti Iswarawanti Prodi S2 Kesehatan Masyarakat, Universitas Bhakti Husada Indonesia , Indonesia
  • Mamlukah Prodi S2 Kesehatan Masyarakat, Universitas Bhakti Husada Indonesia, Indonesia
  • Agus Sugianto Akademi Refraksi Optisi dan Optometry Gapopin, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.36465/jkbth.v25i2.1646

Abstract

ABSTRAK

Kasus rabun jauh (myopia) pada anak usia sekolah terus mengalami peningkatan secara global. Di kawasan Asia Tenggara, prevalensi myopia pada tahun 2022 tercatat sekitar 30% pada anak-anak dan mencapai 80–90% pada orang dewasa. Di Indonesia sendiri, diperkirakan ada sekitar 18,9 juta anak di bawah usia 15 tahun yang mengalami gangguan penglihatan akibat myopia. Kondisi ini umumnya dipengaruhi oleh faktor keturunan (genetik) dan faktor lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor apa saja yang berperan dalam kejadian myopia pada siswa SDN 1 Cikalang di Kota Tasikmalaya. Penelitian dilakukan dengan desain observasional analitik menggunakan pendekatan potong lintang (cross-sectional). Teknik pengambilan sampel dilakukan secara total sampling, melibatkan 180 siswa kelas 4 dan 5, dan dilaksanakan selama bulan Februari 2024. Alat yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner dan Snellen Chart untuk pemeriksaan ketajaman penglihatan. Analisis data mencakup analisis univariat, bivariat dengan uji chi-square, serta analisis multivariat menggunakan regresi logistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara status myopia pada orang tua (p<0,001) dan kebiasaan membaca dengan pencahayaan redup (p<0,001) terhadap kejadian myopia pada anak. Sementara itu, variabel seperti usia (p=0,221), jenis kelamin (p=0,454), pengetahuan tentang myopia (p=0,731), pekerjaan orang tua (p=0,521), dan kebiasaan menonton televisi (p=0,240) tidak menunjukkan hubungan yang bermakna. Faktor yang paling dominan dalam mempengaruhi terjadinya myopia adalah riwayat myopia pada orang tua, dengan nilai p<0,001 dan odds ratio sebesar 58,633 (CI 95%: 6,241 – 373,259). Penelitian ini merekomendasikan pentingnya peningkatan edukasi mengenai kelainan refraksi myopia serta pelaksanaan skrining penglihatan secara berkala sebagai upaya deteksi dini terhadap risiko myopia pada anak-anak.

Kata Kunci : genetic, deteksi myopia, refraksi

Published

2025-08-06

How to Cite

Milataka, I., Badriah, D. L., Nastiti Iswarawanti, D., Mamlukah, & Sugianto, A. (2025). DETERMINAN YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN MYOPIA PADA PELAJAR SEKOLAH DASAR DI SDN 1 CIKALANG KOTA TASIKMALAYA. Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-Ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan Dan Farmasi, 25(2), 110–119. https://doi.org/10.36465/jkbth.v25i2.1646

Citation Check