SOSIALISASI DAN WORKSHOP PEMANFAATAN DAUN KELOR SEBAGAI INOVASI GIZI MASYARAKAT DIDUSUN SINDANGSARI

Authors

  • Ruswanto Program Studi S1 Farmasi, Fakultas Farmasi
  • Indra Indra Program Studi S1 Farmasi, Fakultas Farmasi, Universitas Bakti Tunas Husada Tasikmalaya, Jawa Barat, Indonesia
  • Sahrul Firdaus Program Studi S1 Farmasi, Fakultas Farmasi, Universitas Bakti Tunas Husada Tasikmalaya, Jawa Barat, Indonesia
  • Ati Nurcahyati Program Studi S1 Farmasi, Fakultas Farmasi, Universitas Bakti Tunas Husada Tasikmalaya, Jawa Barat, Indonesia
  • Risma Azahra Program Studi S1 Farmasi, Fakultas Farmasi, Universitas Bakti Tunas Husada Tasikmalaya, Jawa Barat, Indonesia
  • Eki Muhammad Ramdhani Program Studi S1 Farmasi, Fakultas Farmasi, Universitas Bakti Tunas Husada Tasikmalaya, Jawa Barat, Indonesia
  • Risma Wati Program Studi S1 Farmasi, Fakultas Farmasi, Universitas Bakti Tunas Husada Tasikmalaya, Jawa Barat, Indonesia
  • Syakila Syalsa Reiza Putri Program Studi S1 Farmasi, Fakultas Farmasi, Universitas Bakti Tunas Husada Tasikmalaya, Jawa Barat, Indonesia
  • Herdi Angga Hidayat
  • Rezkina Marta Prodi S1 Administrasi Rumah Sakit, Universitas Bakti Tunas Husada Tasikmalaya, Jawa Barat, Indonesia
  • Putri Sari Dewi Program Studi S1 Administrasi Rumah Sakit, Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Bakti Tunas Husada
  • Nisya Nurdinilah Program Studi S1 Administrasi Rumah Sakit, Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Bakti Tunas Husada
  • Arofah Bahtiar Program Studi S1 Farmasi, Fakultas Farmasi, Universitas Bakti Tunas Husada Tasikmalaya, Jawa Barat, Indonesia
  • Elvira Hayati Ma'rifah Program Studi S1 Farmasi, Fakultas Farmasi, Universitas Bakti Tunas Husada Tasikmalaya, Jawa Barat, Indonesia
  • Hera Auliadewi Program Studi S1 Farmasi, Fakultas Farmasi, Universitas Bakti Tunas Husada Tasikmalaya, Jawa Barat, Indonesia
  • Mila Azzahra Program Studi S1 Farmasi, Fakultas Farmasi, Universitas Bakti Tunas Husada Tasikmalaya, Jawa Barat, Indonesia
  • Dede Siti Rahmatika Program Studi S1 Farmasi, Fakultas Farmasi, Universitas Bakti Tunas Husada Tasikmalaya, Jawa Barat, Indonesia
  • Dena Neli Program Studi S1 Farmasi, Fakultas Farmasi, Universitas Bakti Tunas Husada Tasikmalaya, Jawa Barat, Indonesia
  • Khalisa Devianti Program Studi S1 Farmasi, Fakultas Farmasi, Universitas Bakti Tunas Husada Tasikmalaya, Jawa Barat, Indonesia
  • Nurlia Adijaya Program Studi S1 Farmasi, Fakultas Farmasi, Universitas Bakti Tunas Husada Tasikmalaya, Jawa Barat, Indonesia
  • Putri Angelia Program Studi S1 Farmasi, Fakultas Farmasi, Universitas Bakti Tunas Husada Tasikmalaya, Jawa Barat, Indonesia

Abstract

Stunting merupakan manifestasi defisiensi nutrisi kronis yang menyebabkan hambatan pertumbuhan linear dan defisit kognitif ireversibel pada anak. Dusun Sindangsari, sebagai wilayah rural, menghadapi tantangan kerawanan gizi akibat terbatasnya aksesibilitas terhadap pangan hewani dan nabati berkualitas. Daun kelor (Moringa oleifera), yang dikenal memiliki densitas mikronutrien tinggi, menawarkan potensi strategis sebagai bahan fortifikasi pangan lokal. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan mengoptimalkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat melalui transfer teknologi pengolahan pangan fungsional berbasis kelor (nugget). Intervensi dilakukan terhadap 30 responden yang terdiri dari Wanita Usia Subur (WUS), ibu balita, dan kader posyandu. Metode pelaksanaan menerapkan desain pre-experimental one group pretest-posttest yang mencakup penyuluhan gizi dan workshop kuliner sehat. Analisis efektivitas dilakukan menggunakan uji statistik Paired Sample t-Test. Hasil evaluasi menunjukkan adanya transformasi kognitif yang signifikan, ditandai dengan lonjakan nilai rata-rata pengetahuan dari 46,50 (pre-test) menjadi 91,50 (post-test) dengan nilai signifikansi p < 0,0001. Temuan ini mengonfirmasi bahwa edukasi partisipatif dan diversifikasi produk olahan kelor merupakan strategi intervensi yang efektif dalam meningkatkan literasi gizi serta mendukung percepatan penurunan angka stunting di tingkat komunitas.
Kata kunci: daun kelor; gizi masyarakat; pengerdilan; pangan fungsional; edukasi gizi

References

Aini Sujadalillah, F., & BR Karo, M. (2024). the Effectiveness of Consuming Moringa Leaf Pudding To Prevent Stunting Among Children At Paud Adelweis in West Cikarang, Bekasi District in 2023. Siklus : Journal Research Midwifery Politeknik Tegal, 13(01), 10–15. https://doi.org/10.30591/siklus.v13i01.5513

Estrada-Peña, A., & Fuente, J. de la. (2023). Evolution of Tick Vaccinology Highlights Changes in Paradigms in This Research Area. Vaccines, 11(2), 1–12. https://doi.org/10.3390/vaccines11020253

Fatmawati, N., Zulfiana, Y., & Julianti, I. (2023). Pengaruh Daun Kelor (Moringa oleifera) Terhadap Pencegahan Stunting. Journal of Fundus, 3(1), 1–6. https://doi.org/10.57267/fundus.v3i1.251

Gopalakrishnan, L., Doriya, K., & Kumar, D. S. (2016). Moringa oleifera: A review on nutritive importance and its medicinal application. Food Science and Human Wellness, 5(2), 49–56.

Islam, Z., Islam, S. M. R., Hossen, F., Mahtab-Ul-Islam, K., Hasan, M. R., & Karim, R. (2021). Moringa oleifera is a Prominent Source of Nutrients with Potential Health Benefits. International Journal of Food Science, 2021(July 2015). https://doi.org/10.1155/2021/6627265

Ismail, A. I., Yuniati, D., & Aryanti, N. (2023). Formulasi Nugget Berbahan Dasar Ikan Terbang (Parexocoetus brachypterus), Tepung Jewawut (Setaria italica (L.) Beauv.) dan Daun Kelor (Moringa oleifera) Sebagai Menu PMT Pencegah Stunting. Jurnal Galung Tropika, 12(3), 295–305. https://doi.org/10.31850/jgt.v12i3.1152

Khairunnisa, A., Sutomo, S., Kartinah, N., Viogenta, P., & Azhari. (2023). Pemberian Makanan Tambahan Melalui Olahan Jamu Dan Nugget Kelor Sebagai Upaya Pencegahan Stunting. SAFARI :Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia, 3(4), 10–17. https://doi.org/10.56910/safari.v3i4.850

Kementerian Kesehatan RI. (2021). Strategi Nasional Percepatan Pencegahan Stunting 2021–2024.

Peñalver, R., Martínez‐zamora, L., Lorenzo, J. M., Ros, G., & Nieto, G. (2022). Nutritional and Antioxidant Properties of Moringa oleifera Leaves in Functional Foods. Foods, 11(8), 1–13. https://doi.org/10.3390/foods11081107

Sefrina, L. R., & Elvandari, M. (2020). Pelatihan Penilaian Status Gizi Pada Guru Dalam Rangka Deteksi Siswa Stunting Di Sekolah Dasar. Dharmakarya, 9(1), 4. https://doi.org/10.24198/dharmakarya.v9i1.24854

Sefrina, L. R., Kurniasari, R., Elvandari, M., Utami, A. R., & Abioga, A. M. (2023). Upaya penanganan stunting melalui pendidikan gizi kepada kader posyandu di pesisir pantai Karawang. Dharmakarya: Jurnal Aplikasi IPTEKS untuk Masyarakat, 12(1), 84–88.

Thurber, M. D., & Fahey, J. W. (2009). Adoption of Moringa oleifera to combat under-nutrition viewed through the lens of the “Diffusion of Innovations” theory. Ecology of Food and Nutrition, 48(3), 212–225.

Trigo, C., Castelló, M. L., & Ortolá, M. D. (2023). Potentiality of Moringa oleifera as a Nutritive Ingredient in Different Food Matrices. Plant Foods for Human Nutrition, 78(1), 25–37. https://doi.org/10.1007/s11130-022-01023-9

UNICEF. (2021). Improving Young Children’s Diets During the Complementary Feeding Period.

Victora, C. G., et al. (2021). Revisiting maternal and child undernutrition in low-income and middle-income countries. The Lancet, 397(10282), 1075–1088.

Downloads

Published

2025-12-31