PSIKOEDUKASI LANSIA BERBASIS KOMUNITAS UNTUK MENINGKATKAN KESEJAHTERAAN PSIKOLOGIS DI PANTI WERDHA LASWI KOTA BANDUNG
Abstract
Peningkatan jumlah lansia di Indonesia menuntut perhatian khusus terhadap aspek kesejahteraan psikologis agar mereka dapat menjalani masa tua dengan tenang, mandiri, dan bermakna. Lansia yang tinggal di panti sosial sering menghadapi berbagai permasalahan psikososial seperti kesepian, kehilangan makna hidup, serta rendahnya rasa berharga, meskipun kebutuhan dasar telah terpenuhi. Kegiatan ini bertujuan menganalisis kontribusi psikoedukasi berbasis komunitas terhadap kesejahteraan psikologis lansia di Panti Werdha Laswi. Metode yang digunakan adalah pre-eksperimen dengan desain one group pre-test–post-test melalui pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner WHO-5 Well-Being Index (pre- test dan post-test) serta observasi terhadap ekspresi emosional, partisipasi, dan interaksi sosial peserta selama kegiatan berlangsung. Subjek kegiatan terdiri atas tujuh lansia berusia 60– 80 tahun. Hasil uji Paired Sample t- Test menunjukkan peningkatan yang signifikan secara statistik (p < 0,05), dengan
rata-rata skor kesejahteraan meningkat dari 16,0 menjadi 17,7. Temuan kualitatif juga memperlihatkan peningkatan semangat, keterbukaan dalam berbagi pengalaman, serta hubungan sosial yang lebih positif. Sebagian besar peserta menunjukkan peningkatan kesejahteraan psikologis, sementara beberapa lainnya tetap stabil dipengaruhi oleh kondisi kesehatan dan latar belakang pribadi. Secara keseluruhan, kegiatan psikoedukasi berbasis komunitas ini berkontribusi positif terhadap kesejahteraan psikologis lansia melalui peningkatan suasana hati, rasa keterhubungan sosial, dan
semangat hidup. Program ini dapat dijadikan model intervensi yang aplikatif dan berkelanjutan dalam upaya peningkatan kesejahteraan psikologis lansia di lingkungan panti sosial.
References
.Abidin, Z., & Ariyanti, F. (2023). Psychological well-being manusia Indonesia: Bagaimana budaya
membentuk kesejahteraan psikologis. Universitas Padjadjaran.
Achmad, N., Thamrin, H., & Ihsan, M. I. (2025). Meaning reconstruction of elderly happiness in nursing
home: A case study in Indonesia. Multidisciplinary Sciences Journal, 7, e2025474.
Dewo, M. (2013). Gendola: Obat dewa penakluk aneka penyakit. FMedia.
Erikson, E. H. (2003). Masa kanak-kanak dan masyarakat (S. Kartono, Penerj.). CV Rajawali. (Karya
asli diterbitkan 1950).
Laela, S., & Hartati, S. (2023). Terapi kelompok terapeutik lansia efektif meningkatkan kemampuan
adaptasi dan perkembangan integritas diri lansia. Malahayati Nursing Journal, 5(11), 3990– 4000.
Maulidhea, P. Q. A., & Syafiq, M. (2022). Gambaran penerimaan diri pada lansia yang dititipkan oleh
keluarga di panti sosial. Character: Jurnal Penelitian Psikologi, 9(1), 206–217.
https://doi.org/10.26740/cjpp.v9i1.45024
Marpaung, Y. M., Sulistiyo, G., & Putri, L. (2024). Quality of life among independent elderly residents
in a nursing home in Banten Province, Indonesia. International Journal of Global Health
Research, 6(S6), 5219. https://doi.org/10.xxxxxx/ijghr.2024.5219
Mia, F. R., Solang, D. J., & Narosaputra, D. A. N. (2022). Kesejahteraan psikologis lanjut usia di
Lembaga Kesejahteraan Sosial Al Marhamah Tarakan. Psikopedia, 3(2).
Padni, S. P. D., Handayani, R., Wulandari, E. R., & Firmansyah, R. (2024). BERANI: Bersyukur atas
kehidupan ini sebagai upaya peningkatan subjective well-being pada lansia. Jurnal Pengabdian
Kepada Masyarakat Nasional (JPkMN), 5(1) Papalia, D. E., & Feldman, R. D. (2009). Psikologi
perkembangan: Human development (Edisi ke-9; A. Lestari, Penerj.). Kencana. (Karya asli
diterbitkan 2008).
Pefbrianti, D., & Safitri, L. N. (2023). Hubungan aktivitas fisik lansia dengan tekanan darah.
PREPOTIF: Jurnal Kesehatan Masyarakat, 7(1), 1516-1521.
Rafki, M., & Kurniawati, D. (2024). Hubungan tingkat kesepian dengan psychological well-being pada
lansia di wilayah kerja Puskesmas Alahan Panjang. Jurnal Ilmiah Keperawatan (Scientific
Journal of Nursing), 10(2), 353–354.
277
Ryff, C. D., & Keyes, C. L. M. (1995). The structure of psychological well-being revisited. Journal of
Personality and Social Psychology, 69(4), 719–727.
Santrock, J. W. (2020). Life-span development (17th ed.). McGraw-Hill Education.
Santrock, J. W. (2012). Perkembangan masa hidup (Edisi ke-13; A. Equinawati, Penerj.). Erlangga.
(Karya asli diterbitkan 2011).
Saputra, B. G., & Syafiq, M. (2019). Place attachment dan well-being penghuni panti jompo.
Character: Jurnal Penelitian Psikologi, 6(1), 1–12.
Solina, E., Wisadirana, D., Maksum, A., Chawa, A. F., & Niko, N. (2025). Welfare-based management
of nursing homes to improve the quality of life of the elderly in Tanjungpinang City, Indonesia.
International Journal of Innovative Research and Scientific Studies, 8(3), 148–155.
Susanti, V., Veronica, V., Krisanta, N., & Putra, A. I. D. (2021). Hubungan antara psychological wellbeing
dengan loneliness pada lansia yang tinggal di panti jompo di Kota Medan. Jurnal Penelitian
Pendidikan, Psikologi dan Kesehatan (J-P3K), 2(1), 20–27.
World Health Organization. (2023). Achieving well-being: A global framework for integrating wellbeing
into public health utilizing a health promotion approach. World Health Organization.