EDUKASI IMPLEMENTASI SANITASI DALAM MENDUKUNG PRODUKSI MAKANAN YANG AMAN DAN SEHAT DI LINGKUNGAN SEKOLAH “X” KOTA TASIKMALAYA

Authors

  • Nirmala Amalia Program Studi S1 Teknologi Pangan, Universitas Bakti Tunas Husada
  • Maerani Program Studi S1 Teknologi Pangan, Universitas Bakti Tunas Husada
  • Suci Nur Afifah Program Studi S1 Teknologi Pangan, Universitas Bakti Tunas Husada
  • Erri Erlita Budiarti Program Studi S1 Teknologi Pangan, Universitas Bakti Tunas Husada
  • Atmajaya Nur Hidayat Program Studi S1 Teknologi Pangan, Universitas Bakti Tunas Husada
  • Fikri Dwi Padilah Program Studi S1 Teknologi Pangan, Universitas Bakti Tunas Husada
  • Delisna Mediana Program Studi S1 Teknologi Pangan, Universitas Bakti Tunas Husada
  • Pandu Legawa Ismaya Program Studi S1 Teknologi Pangan, Universitas Bakti Tunas Husada

Abstract

Sanitasi pangan merupakan salah satu faktor penting dalam menjamin keamanan dan kualitas makanan yang dikonsumsi oleh masyarakat. Permasalahan yang sering muncul di lapangan menunjukkan bahwa masih banyak pengelola kantin sekolah dan pedagang kaki lima yang belum menerapkan prinsip-prinsip dasar sanitasi secara benar. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan dengan tujuan untuk meningkatkan pengetahuan, kesadaran, dan keterampilan pelaku usaha dalam menerapkan sanitasi pangan yang baik dan benar sesuai dengan prinsip keamanan pangan. Kegiatan dilaksanakan melalui pendekatan partisipatif. Rangkaian kegiatan terdiri dari
observasi awal untuk mengidentifikasi kondisi lapangan, wawancara dengan pelaku usaha, pelaksanaan pretest, sosialisasi dan edukasi sanitasi pangan, posttest, hingga pembagian alat bantu kebersihan dan buku panduan sanitasi. Materi yang disampaikan mencakup sanitasi air, makanan, lingkungan, udara, dan personal, cara mencuci tangan, penyimpanan alat, serta lima kunci utama keamanan pangan yang direkomendasikan oleh lembaga kesehatan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam pemahaman dan sikap peserta terhadap pentingnya kebersihan dan keamanan pangan. Peserta juga menunjukkan perubahan perilaku dengan mulai menggunakan alat pelindung diri. Selain itu, penyerahan buku panduan sanitasi memberikan manfaat jangka
panjang sebagai media pembelajaran dan referensi dalam menjalankan usaha yang higienis. Secara keseluruhan, kegiatan ini berhasil meningkatkan kesadaran dan kemampuan pelaku usaha dalam menerapkan praktik sanitasi pangan yang baik serta diharapkan dapat diterapkan secara berkelanjutan guna menciptakan lingkungan usaha yang bersih, aman, dan sehat.

References

.Anggraini, H. (2025). Determinasi Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat (PHBS) Di Lingkungan Sekolah

Dasar. Unisan Jurnal, 4(4), 28-36.

Badan Pengawas Obat dan Makanan. (2013). Pedoman Pangan Jajanan Anak Sekolah untuk

Pencapaian Gizi Seimbang bagi Orang Tua, Guru dan Pengelola Kantin. Jakarta: BPOM RI.

Cholis, L. N., Priatini, W., & Insani, H. M. (2022). Persepsi konsumen akan hygiene dan sanitasi

terhadap keputusan pembelian makanan pada pedagang kaki lima: studi kasus di kawasan wisata

alun-alun sumedang. Jurnal Gastronomi Indonesia, 10(2), 51-57.

288

Doktriana, R. A. G., Yaser, M., & Wahyudi, J. 2024. Analisis Hygiene Dan Sanitasi Makanan DInstalasi

Gizi Rumah Sakit. Antigen: Jurnal Kesehatan Masyarakat dan Ilmu Gizi, 2(2), 11-21.

Farhani, N., Komalaningsih, S., & Tusrini, W. (2023). Hubungan tingkat pengetahuan dan sikap

pedagang jajanan kaki lima dengan tindakan higiene sanitasi makanan pedagang jajanan kaki

lima di wilayah kerja Puskesmas Arcamanik tahun 2023. STIKes Dharma Husada Bandung.

Grace, D. (2023). Burden of foodborne disease in low-income and middle-income countries and

opportunities for scaling food safety interventions. Food Security, 15(6), 1475-1488.

Hadi, B. R. I., Asih, A. Y. P., & Syafiuddin, A. (2021). Penerapan Hygiene Sanitasi pada Pedagang

Kaki Lima. Media Kesehatan Masyarakat Indonesia, 20(6), 451-462.

Harianto, A., & Ardani, E. G. (2021). Street Food Vendors'hygiene And Sanitation Practice In Jakarta

Street Food Courts (Pujasera). Ultima Management: Jurnal Ilmu Manajemen, 13(1), 136-147.

Islamiah, A. S. N., Fajrianti, G., & Rizkiah, F. (2024). Analisis perilaku pedagang kaki lima terhadap

hygiene sanitasi. Jurnal Kesmas Asclepius, 6(1), 2-3.

Juhaina, E. (2020). Keamanan makanan ditinjau dari aspek higiene dan sanitasi pada penjamah

makanan di sekolah, warung makan dan rumah sakit. Electronic Journal Scientific of

Environmental Health And Disease, 1(1).

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2021). Pedoman Higiene Sanitasi Sentra Pangan

Jajanan/Kantin atau Sejenisnya yang Aman dan Sehat. Jakarta: Direktorat Jenderal Kesehatan

Masyarakat.

Nkosi, N. V., & Tabit, F. T. (2021). The food safety knowledge of street food vendors and the sanitary

conditions of their street food vending environment in the Zululand District, South

Africa. Heliyon, 7(7).

Putri, N. N. G. M. (2025). Gambaran Keadaan Hygiene Sanitasi Pedagang Kaki Lima Penjual

Makanan Di Pasar Kidul Kabupaten Bangli (Doctoral dissertation, Poltekkes Kemenkes

Denpasar Jurusan Kesehatan Lingkungan 2025).

Serli, S., Werdyaningsih, E., Yulis, D. M., Mustari, S., Atika, Z., Kunaryanti, K., & Yusrianto, Y.

(2023). Sanitation and Enviromental Health in Traditional Snack Food Trader of Elementary

School, Buntusu Village, Makassar City. International Journal of Health Sciences, 1(4), 525-

540.

Suryono, H., Narwati, N., & Hermiyanti, P. (2021). Pemberdayaan Pedagang Kaki Lima Dalam

Meningkatkan Sanitasi Alat Makan Dan Personal Hygiene Di Sentra Wisata Jambangan

Surabaya Tahun 2021.

Downloads

Published

2025-12-31