PENDIDIKAN KESEHATAN “KENALI USUS BUNTU : JANGAN SAMPAI TERLAMBAT” DI SMK NEGERI 3 CIMAHI

Authors

  • Arifin A Institut Kesehatan Rajawali
  • Ramadhan MD Institut Kesehatan Rajawali
  • Intan D Institut Kesehatan Rajawali
  • Agustina S Institut Kesehatan Rajawali
  • Dwi S Institut Kesehatan Rajawali
  • Helviana V Institut Kesehatan Rajawali
  • Ulina S Institut Kesehatan Rajawali
  • Alya I Institut Kesehatan Rajawali
  • Cahyati H Institut Kesehatan Rajawali
  • Alfi N Institut Kesehatan Rajawali

Abstract

Apendisitis atau radang usus buntu merupakan salah satu kondisi kegawatdaruratan bedah abdomen yang umum terjadi, khususnya pada usia remaja. Pengetahuan yang rendah mengenai gejala dan pencegahan apendisitis dapat menyebabkan keterlambatan diagnosis dan penanganan. Oleh karena itu, pendidikan kesehatan kepada remaja sangat penting sebagai langkah preventif. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan siswa SMK Negeri 3 Cimahi tentang apendisitis melalui penyuluhan kesehatan interaktif. Kegiatan ini menggunakan metode pretest dan posttest untuk mengukur peningkatan pengetahuan siswa sebelum dan sesudah diberikan penyuluhan. Materi
disampaikan melalui media leaflet, PowerPoint, tanya jawab, dan game interaktif. Sasaran adalah 17 siswa PMR. Sebelum penyuluhan, 13 dari 17 siswa berada dalam kategori pengetahuan kurang, dan 4 siswa dalam kategori baik. Setelah penyuluhan, terjadi peningkatan signifikan, yaitu 14 siswa dalam kategori baik dan hanya 3 yang masih dalam kategori kurang. Penyuluhan kesehatan terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan siswa mengenai apendisitis dan pentingnya menerapkan pola hidup sehat. Edukasi kesehatan sebaiknya dilakukan secara berkala untuk memperkuat kesadaran remaja terhadap isu kesehatan.

References

.Alam, A. (2010). Perpustakaan Tempat Belajar Sepanjang Hayat. Media Indonesia, Jakarta: Kamis, 7

Oktober, hlm.1, kolom 2.

Apriliyana, R. (2022). Pendidikan kesehatan remaja sebagai upaya preventif penyakit tidak menular. Jurnal

Promkes Indonesia, 10(1), 45–52.

Apriliyana, D. (2022). Pentingnya Edukasi Kesehatan Sejak Dini. Jakarta: Pustaka Remaja Sehat.

Fauzi, M., & Anwar, Y. (2023). Implementasi program kesehatan remaja di sekolah menengah. Jurnal

Pengabdian Masyarakat, 4(1), 22-29.

Hidayat, T. (2021). Edukasi kesehatan untuk mencegah penyakit kritis pada remaja. Jurnal Kesehatan

Masyarakat Indonesia, 15(2), 120-128.

Kusumawati, R., & Lestari, A. D. (2022). Inovasi Media Digital dalam Pendidikan Kesehatan Remaja.

Yogyakarta: Medika Nusantara Press.

Lotfollahzadeh, A., Lopez, P. P., & Deppen, J. G. (2025). Appendicitis. Dalam StatPearls. Treasure Island

(FL): StatPearls Publishing.

Santoso, B. (2020). Metode edukasi kesehatan dalam lingkungan sekolah. Jurnal Pendidikan Kesehatan,

11(3), 75-82.

Sari, M., & Putri, L. (2023). Faktor risiko dan pencegahan usus buntu pada remaja. Jurnal Medika Sehat,

8(1), 30-37.

Prasetyo, R. (2018). Studi kasus usus buntu di wilayah perkotaan. Jurnal Kedokteran Komunitas, 7(1), 44-

50.

314

Rahmawati, N. (2019). Pentingnya deteksi dini pada penyakit appendicitis. Majalah Kedokteran Indonesia,

12(4), 56-63.

UNICEF. (2019). The State of the World’s Children 2019. United Nations Children’s Fund.

Wijaya, W. (2020). Prevalensi dan dampak radang usus buntu di Jawa Barat. Dinas Kesehatan Jawa Barat.

World Health Organization. (2018). Global Health Estimates 2018: Disease Burden and Mortality Statistics.

Geneva: WHO Press.

Wulandari, S. (2021). Pengaruh edukasi kesehatan terhadap perubahan perilaku siswa. Jurnal Ilmiah

Kesehatan, 9(2), 99-106

Downloads

Published

2025-12-31