SIGICI (SIKAT GIGI CERIA ANAK): EDUKASI INTERAKTIF UNTUK PENCEGAHAN KARIES GIGI PADA ANAK USIA DINI

Authors

  • Ananda Ika Trisnawati S1 Administrasi Rumah Sakit, Institut Ilmu Kesehatan Bhakti Wiyata Kediri
  • Atika Yon Saputri S1 Keperawatan, Institut Ilmu Kesehatan Bhakti Wiyata Kediri
  • Jewell Renanda Ardita Setiawan Administrasi Rumah Sakit, Institut Ilmu Kesehatan Bhakti Wiyata Kediri
  • Khanza Maritza S1 Farmasi, Institut Ilmu Kesehatan Bhakti Wiyata Kediri
  • Tria Wulandari Milenia S1 Kedokteran Gigi, Institut Ilmu Kesehatan Bhakti Wiyata Kediri
  • Arshy Podyanatasari D3 Fisioterapi, Institut Ilmu Kesehatan Bhakti Wiyata Kediri

Abstract

Kesehatan gigi dan mulut merupakan fondasi penting bagi kualitas hidup anak, namun prevalensi karies pada anak usia dini di Indonesia masih sangat memprihatinkan. Survei awal di Desa Wates, Kabupaten Kediri, mengungkapkan 67% dari 70 anak di TK Dharma Wanita dan TPQ Al-Hidayah mengalami karies gigi, yang diduga disebabkan oleh rendahnya kesadaran dan praktik menyikat gigi yang tidak tepat. Sebagai respons terhadap temuan ini, program SIGICI (Sikat Gigi Ceria Anak) dilaksanakan pada 12-13 Agustus 2025 dengan pendekatan edukasi interaktif yang mengintegrasikan empat metode: penyuluhan interaktif menggunakan media audiovisual, demonstrasi dengan phantom gigi, praktik langsung dengan pendampingan individual, serta permainan edukatif melalui busy book yang dirancang khusus. Evaluasi program melalui observasi sistematis dengan lembar checklist menunjukkan hasil yang signifikan, dimana 95% peserta mampu mempraktikkan teknik menyikat gigi dengan benar setelah intervensi, meningkat drastis dari kondisi awal. Keberhasilan program tidak hanya tercermin dari peningkatan keterampilan motorik, tetapi juga dari antusiasme peserta dan kemampuan mereka menjelaskan kembali langkah-langkah menyikat gigi, yang mengindikasikan terjadinya internalisasi pengetahuan. Program SIGICI membuktikan efektivitas pendekatan edukatif yang menyenangkan dan multimodal dalam membentuk perilaku hidup sehat. Untuk memastikan keberlanjutan, diperlukan komitmen bersama melalui integrasi materi ke dalam kurikulum harian, pelatihan guru sebagai kader kesehatan gigi, serta pengembangan sistem pemantauan partisipatif yang melibatkan sekolah dan orang tua. Implementasi berkelanjutan dari model SIGICI diharapkan dapat berkontribusi signifikan dalam menekan prevalensi karies gigi pada anak usia dini.

References

Arifin, F. A. (2025). Korelasi antara Intensitas Nyeri dan Kualitas Hidup Terkait Kesehatan Gigi dan Mulut pada Pasien Endodontik. e-GiGi, 13(1), 225-232. Diakses pada: https://ejournal.unsrat.ac.id/index.php/egigi/article/view/56571.

Asiani, G., & Anggreny, D. E. . (2024). Hubungan Pola Menyikat Gigi dan Pola Makan terhadap Karies Gigi di Sekolah Dasar Wilayah Kerja Puskesmas Nagaswidak. Jurnal Kesehatan Gigi dan Mulut (JKGM), 6(1), 69-76. Diakses pada: https://jurnal.poltekkespalembang.ac.id/index.php/jkgm/article/view/2154.

Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan. (2018). Laporan Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI. Diakses pada: https://www.litbang.kemkes.go.id/laporan-riset-kesehatan-dasar-riskesdas/.

Fauzia, N., & Mawati, S. (2024). Edukasi Perawatan Gigi dan Mulut serta Cuci Tangan 6 Langkah WHO di TKIT Al-Uswah Sigli. Beujroh: Jurnal Pemberdayaan dan Pengabdian pada

130

Masyarakat, 2(1), 40-47. Diakses pada: http://ejournal.sagita.or.id/index.php/beujroh/article/view/44.

Fiani, F. M. (2024). Pendidikan Kesehatan Tentang Oral Hygiene Pada Anak Usia Sekolah Di Desa Mlancu. In Prosiding Seminar Nasional Kesehatan, Sains dan Pembelajaran, (hal. (Vol. 4, No. 1, pp. 1228-1234). Diakses pada: https://proceeding.unpkediri.ac.id/index.php/seinkesjar/article/view/5711).

Gonie, L. T. (2025). Efektivitas Dental Health Education dengan Metode Demonstrasi terhadap Peningkatan Pengetahuan Menyikat Gigi Siswa Sekolah Dasar. e-GiGi, 13(2), 266-271. Diakses pada: https://ejournal.unsrat.ac.id/index.php/egigi/article/view/57297.

Kementerian Kesehatan RI. (2022). Pedoman Paket Dasar Pelayanan Kesehatan Gigi dan Mulut di Puskesmas. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI. Diakses pada: https://drive.google.com/file/d/1gGRVtoEFoDo3D3_UyBQyDWLNyrAjFBhY/view.

Kementerian Kesehatan RI. (2022). Profil Kesehatan Indonesia 2022. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI. Diakses pada: https://ppds.fk.ub.ac.id/radiologi/wp-content/uploads/2024/10/1702958336658115008345c5.53299420.pdf.

Lameky, V. Y. (2024). Pelatihan Pembuatan Produk Minyak Atsiri Berbahan Limbah Daun Cengkeh untuk Mengatasi Nyeri Gigi. Empowerment, 7(01), 23-26. Diakses pada: http://repo.poltekkestasikmalaya.ac.id/id/eprint/6595.

Munawaroh, S. F. (2025). Peningkatan Perilaku Kebersihan Gigi dan Mulut melalui Edukasi Kesehatan pada Kelompok Anak Usia Sekolah dan Remaja. Jurnal Abdimas Indonesia, 7(1), 80-88. Diakses pada: https://ejr.umku.ac.id/index.php/JAI/article/view/2715.

Pamewa, K. B. (2025). Pengaruh Pola Asuh Kesehatan Gigi & Mulut Ibu terhadap Karies Gigi Anak Usia Dini 3-4 Tahun. Indonesian Journal of Public Health, 3(4), 947-953. Diakses pada: https://jurnal.academiacenter.org/index.php/IJOH/article/view/882.

Putri, N. S. (2025). Pengaruh Media Audiovisual terhadap Pengetahuan dan Keterampilan Menyikat Gigi Anak di TK An-Nahl. Jurnal Riset Rumpun Ilmu Kesehatan, 4(1), 424-431. Diakses pada: https://prin.or.id/index.php/JURRIKES/article/view/4712.

Ritawati, R. S. (2025). Langkah Kecil Menuju Hidup Sehat: Pemberdayaan Kebersihan Diri Anak Usia Pra Sekolah di Wilayah Puskesmas Kecamatan Kuta Alam Banda Aceh. Collaborative: Journal of Community Service, 1(2), 90-97. Diakses pada: https://naluriedukasi.com/index.php/cjcs/article/view/311.

Rustiarini, N. W. (2024). Peran Kesehatan Gigi dan Mulut dalam Mencegah Terjadinya Stunting di Masyarakat. In Prosiding Seminar Regional Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Mahasaraswati Denpasar 2024 (hal. (Vol. 3, No. 1, pp. 235-240).). Denpasar: Universitas Mahasaraswati. Diakses pada: https://e-journal.unmas.ac.id/index.php/Prosemregunmas2024/article/view/9722.

Suzana, A. G. (2024). Faktor–Faktor yang Mempengaruhi Kejadian Karies Gigi pada Anak Sekolah di SD Islamiyah Kecamatan Sekayu Tahun 2024. Jurnal Akademika Baiturrahim Jambi, 13(2), 417-426. Diakses pada: http://jab.ubr.ac.id/index.php/jab/article/view/872.

Downloads

Published

2025-12-31