PENGUATAN LITERASI FARMASI REMAJA MELALUI EDUKASI JENIS DAN BENTUK SEDIAAN NARKOBA DI SMA NEGERI 1 JATIWARAS
Abstract
Penyalahgunaan narkoba di kalangan remaja merupakan permasalahan serius yang berdampak luas terhadap kesehatan, sosial, dan pendidikan. Rendahnya literasi farmasi menyebabkan pelajar sulit membedakan antara obat legal dan narkoba yang disamarkan dalam berbagai bentuk sediaan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan literasi farmasi remaja melalui edukasi jenis dan bentuk sediaan narkoba di SMA Negeri 1 Jatiwaras, Tasikmalaya. Metode pelaksanaan meliputi pre-test, penyampaian materi interaktif, diskusi kelompok, dan post-test. Sebanyak 60 siswa kelas XI dan XII berpartisipasi aktif dalam kegiatan ini. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan rata-rata skor pengetahuan dari 32% menjadi 74%, menandakan adanya peningkatan pemahaman sebesar 42 poin persentase. Secara kualitatif, siswa menunjukkan antusiasme tinggi dan kemampuan berpikir kritis yang lebih baik dalam mengenali sediaan narkoba. Pendekatan partisipatif berbasis visual terbukti efektif memperkuat literasi farmasi serta menumbuhkan sikap preventif terhadap penyalahgunaan narkoba. Kegiatan ini diharapkan menjadi model pembelajaran literasi farmasi berbasis sekolah yang dapat direplikasi di berbagai satuan pendidikan.
References
Almalik, M. M. (2021). Measurement of health literacy among adolescents: Reliability and validity of the Arabic version of the HLQ. International Journal of Adolescent Medicine and Health, 33(2), 87–95.
Amelia, F. M., Leksono, T., Salam, N. I., & Sari, I. S. (2024). Penyalahgunaan narkoba di kalangan remaja kota Tanjung Pinang. Irpia: Jurnal Ilmiah Riset dan Pengembangan, 9(1), 57–65.
Badan Narkotika Nasional Republik Indonesia. (2023). Laporan Tahunan BNN 2023. Jakarta: BNN RI.
Creswell, J. W. (2018). Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches (5th ed.). Sage Publications.
122
Fadila, R., & Ahmad, M. R. S. (2024). Pengetahuan remaja terhadap penyalahgunaan narkoba di Kecamatan Turikale Kabupaten Maros. Pinisi Journal of Sociology Education Review, 4(1), 149–156.
Fadli, M. (2020). Validitas dan reliabilitas instrumen penelitian pendidikan. Jurnal Ilmiah Pendidikan, 9(2), 45–54.
Herziger, B., Poethko-Müller, C., & Schaefer, F. (2022). Drug-handling problems and expectations of ideal drug formulations: Children’s and parents’ views. European Journal of Clinical Pharmacology, 78(3), 555–566.
Lee, C. H., Hassali, M. A., & Shafie, A. A. (2017). Inappropriate self-medication among adolescents and its association with lower medication literacy and substance use. PLoS ONE, 12(7), e0189199.
Mulawarman, D., Carollin, C., & Mebang, C. L. (2023). Kenakalan remaja dan bahaya narkoba: Tantangan dan solusi dalam membangun generasi emas. Andil, 1(4), 1620–1628.
Pantuzza, L. L. N., Ramos, Â. R., & Ferreira, L. S. (2021). Mapping the construct and measurement of medication literacy: A methodologic systematic review. British Journal of Clinical Pharmacology, 87(7), 2925–2936.
Priambada, S. (2014). Penyalahgunaan narkoba di kalangan remaja: Suatu perspektif. Neliti Journal of Criminology, 1(1), 37–45.
Sugiyono. (2022). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Alfabeta Press.
Wibawa, N. P. A., Putri, H. A., & Kharismawati, S. D. (2024). Kebijakan hukum terhadap penyalahgunaan narkotika pada remaja: Perspektif perlindungan kesehatan masyarakat. Jurnal Batavia, 1(3), 123–136.