EDUKASI PENGGUNAAN OBAT YANG BIJAK DAN BERTANGGUNG JAWAB PADA SISWA SMP IT AL-MANSYURIAH TASIKMALAYA

Authors

  • Citra Dewi Salasanti Program Studi Sarjana Farmasi, Universitas Bakti Tunas Husada
  • Rahmawati Program Studi Pendidikan Profesi Apoteker, Universitas Bakti Tunas Husada

Abstract

Kurangnya pemahaman masyarakat, terutama remaja, mengenai penggunaan obat yang tepat masih menjadi
permasalahan penting dalam upaya peningkatan literasi kesehatan di Indonesia. Banyak masyarakat yang belum
memahami cara penggunaan, penyimpanan, dan pembuangan obat yang benar, serta masih sering menghentikan
penggunaan antibiotik sebelum waktunya. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan
pengetahuan dan kesadaran siswa mengenai penggunaan obat yang bijak dan bertanggung jawab melalui program
promosi kesehatan bertema “Minum Obat dengan Tepat Dosis, Waktu, dan Penyimpanan serta Kenali Obatmu.”
Kegiatan dilaksanakan pada 2 Oktober 2025 di SMP IT Al-Mansyuriah, Kabupaten Tasikmalaya, dengan
melibatkan 43 siswa kelas VII–IX. Metode pelaksanaan menggunakan penyuluhan interaktif melalui ceramah dan
diskusi, disertai media leaflet dan PowerPoint. Efektivitas kegiatan diukur menggunakan pre-test dan post-test
yang dianalisis dengan uji Paired Samples T-Test menggunakan SPSS versi 24. Hasil menunjukkan peningkatan
pengetahuan yang signifikan (p < 0,05) setelah intervensi edukasi, terutama pada aspek aturan dosis, waktu minum
obat, dan penyimpanan yang benar. Kegiatan ini terbukti efektif dalam meningkatkan literasi obat pada remaja
dan diharapkan dapat dilaksanakan

References

Badan Pengawas Obat dan Makanan. (2020). Pedoman penyimpanan obat di fasilitas pelayanan

kesehatan. Jakarta: BPOM RI.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2016). Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia

Nomor 73 Tahun 2016 tentang Standar Pelayanan Kefarmasian di Apotek. Jakarta: Kemenkes

RI.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2021). Pedoman penggunaan obat yang rasional di

fasilitas pelayanan kesehatan. Jakarta: Kemenkes RI.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2023). Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2023. Jakarta:

Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2023). Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023. Jakarta:

Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan.

Malaka, A., Putri, D., & Rahmawati, L. (2023). Analisis penggunaan antibiotik swamedikasi di

masyarakat Indonesia. Jurnal Farmasi Klinik Indonesia, 12(2), 45–53.

Nirmalasari, D., Putri, A. N., & Siregar, H. (2023). Edukasi penyimpanan obat yang tepat untuk

meningkatkan pengetahuan masyarakat di wilayah perkotaan. Jurnal Pengabdian Kesehatan

Indonesia, 5(1), 44–52. https://doi.org/10.25077/jpki.5.1.44-52

Notoatmodjo, S. (2014). Promosi kesehatan dan ilmu perilaku. Jakarta: Rineka Cipta.

Osei, S. A., Boateng, E. A., & Mensah, J. (2021). Public knowledge and practices regarding proper

storage of medicines in households: A cross-sectional study in Ghana. Frontiers in Public Health,

9, 682435. https://doi.org/10.3389/fpubh.2021.682435

Pratiwi, D. (2016). Pengaruh edukasi terhadap kepatuhan pasien dalam penggunaan obat antihipertensi.

Jurnal Ilmiah Farmasi, 13(1), 12–18.

Putro, G. S., Nugraha, R., & Arifin, F. (2024). Efektivitas edukasi kesehatan terhadap peningkatan

literasi masyarakat di wilayah pedesaan. Jurnal Pengabdian Kesehatan Masyarakat, 7(1), 33–41.

Rahmadani, R., Utami, S., & Nugraha, D. (2022). Hubungan tingkat pengetahuan masyarakat tentang

penyimpanan obat dengan perilaku penyimpanan obat di rumah tangga. Jurnal Ilmu Farmasi dan

Kesehatan Indonesia, 9(2), 89–97. https://doi.org/10.33475/jifki.v9i2.1783

Rahmawati, N., & Hidayah, D. (2023). Peran metode diskusi interaktif dalam meningkatkan

pemahaman siswa terhadap promosi kesehatan. Jurnal Pendidikan Kesehatan, 8(2), 54–63.

Rudy, R., & Satria, H. (2024). Tingkat kesalahan masyarakat dalam memperoleh, menyimpan, dan

menggunakan obat di Indonesia. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 9(1), 15–23.

Sari, D. P., Ramadhani, R., & Hidayat, M. (2023). Pengaruh edukasi media video terhadap peningkatan

pengetahuan siswa tentang penggunaan antibiotik secara rasional. Jurnal Kesehatan Masyarakat

Andalas, 17(1), 55–63. https://doi.org/10.24893/jkma.17.1.55-63

Septyasari, N., Hidayah, D., & Fathoni, A. (2024). Perilaku masyarakat terhadap penggunaan obat tanpa

resep dokter. Jurnal Ilmu Farmasi dan Kesehatan, 11(1), 66–74.

Simbara, A., Wulandari, R., & Kurniawan, I. (2020). Dampak kegiatan promosi kesehatan terhadap

229

peningkatan pengetahuan masyarakat tentang penggunaan obat. Jurnal Pengabdian Masyarakat

Kesehatan, 5(3), 88–97.

Syafitri, W., Nugraha, R., & Andini, P. (2024). Evaluasi penggunaan obat secara rasional di fasilitas

kesehatan. Jurnal Farmasi dan Pelayanan Kesehatan, 13(1), 28–36.

World Health Organization. (2022). Antimicrobial resistance: global report on surveillance. Geneva:

WHO.

Yunita, N., Ningsih, R., & Suryani, L. (2021). Peningkatan pengetahuan masyarakat tentang resistensi

antibiotik melalui edukasi kesehatan di wilayah perdesaan. Jurnal Pengabdian Kesehatan

Indonesia, 3(2), 101–108. https://doi.org/10.25077/jpki.3.2.101-108.

Downloads

Published

2025-12-31