EDUKASI DETEKSI DINI KELAINAN DARAH SEBAGAI BENTUK PEMBERDAYAAN MAHASISWA DI ERA INDONESIA EMAS
Abstract
Kesehatan darah merupakan aspek penting dalam mewujudkan generasi Indonesia Emas 2045 yang sehat dan produktif. Kurangnya kesadaran terhadap kelainan darah seperti anemia dan thalassemia masih menjadi masalah kesehatan di kalangan mahasiswa. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan mahasiswa tentang kelainan darah, gejala, pencegahan, serta pentingnya pemeriksaan hematologi secara rutin melalui metode penyuluhan dan pengisian kuesioner pre–post test. Kegiatan dilakukan secara tatap muka dengan melibatkan 115 responden mahasiswa. Data dianalisis secara deskriptif kuantitatif dengan membandingkan rata-rata skor pengetahuan sebelum dan sesudah edukasi. Hasil menunjukkan adanya peningkatan rata-rata skor dari 2,83 (kategori cukup) menjadi 3,05 (kategori baik), dengan peningkatan persentase pengetahuan sebesar 5,5%. Selain itu, proporsi kategori “baik” meningkat dari 26,7% menjadi 52,9%, sedangkan kategori “kurang” menurun dari 31,1% menjadi 10%. Hasil ini membuktikan bahwa penyuluhan interaktif efektif meningkatkan literasi kesehatan hematologi mahasiswa dan menumbuhkan kesadaran terhadap pentingnya deteksi dini kelainan darah. Program ini menjadi bentuk nyata pemberdayaan mahasiswa sebagai agen promosi kesehatan dalam mendukung terwujudnya generasi Indonesia yang sehat, cerdas, dan berdaya saing menuju Indonesia Emas 2045.
References
Dwi Eni Danarsih, A. M. (2023 ). Deteksi Dini Anemia dan Edukasi Pola Hiudp Sehat pada Remaja. GEMAKES: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat; DOI: 10.36082/gemakes.v4i3., 1700.
Friska Kamila Nabilasefanty, P. Z. (2025). Management Thalassemia in Indonesia : A Literature Review . International Journal of Health and Medicine; DOI: https://doi.org/10.62951/ijhm.v2i1.214 , 92-9.
Handayani, N. N. (2021). Peningkatan Literasi Kesehatan Mahasiswa melalui Edukasi dan Kuis Interaktif. Jurnal Promkes; https://doi.org/10.20473/jpk.V9.I2.2021.123-131, 9(2), 123–131.
Ina Susianti Timan, D. A. (2022). Some hematological problems in Indonesia. International journal of hematology , 286-90.
Kemenkes. (2023). Strategi Nasional Pencegahan dan Penanggulangan Anemia Menuju Indonesia Emas 2045. Retrieved from https://www.kemkes.go.id
Kesehatan, K. (2025, November Friday ). The Government’s commitment via free school health check-up program (CKG) for early detection. Badan Kebijakan dan Pengembangan Kesehatan (BKPK Kemenkes). Retrieved from www.badankebijakan.kemkes.go.id: https://www.badankebijakan.kemkes.go.id/en/komitmen-pemerintah-wujudkan-generasi-sehat-lewat-program-cek-kesehatan-gratis-sekolah/?utm_source=chatgpt.com
Lidwina Priliani, A. R. (2025). Mapping anemia prevalence across Indonesia. National Library of Medicine; doi: 10.6133/apjcn.202506_34(3).0017, 430-9.
Parlin Dwiyana, R. A. (2022). Anemia prevention in adolescents through the education of balanced nutrition and adherence to blood supplement tablets. Community Empowerment (CE), Universitas Mohammad Husni Thamrin Jakarta. DOI:10.31603/ce.6525., 964-7.
puspitasari, W. (2024). The Influence of Health Education Through Social Media on Students’ Knowledge about Anemia. Journal of Health Innovation and Environmental Education (JHIEE). DOI:10.37251/jhiee.v1i1.1034, 14-19.
Raditya Wratsangka, E. X. (2024 ). Anemia among Medical Students from Jakarta: Indonesia Iron Deficiency or Carrier Thalassemia? . Hindawi , 1-8.