Analisis Risiko Sistem Pengelolaan Obat dan Alat Kesehatan /Bahan Medis Habis Pakai (BMHP) Salah Satu Klinik Di Limbangan Kabupaten Garut

Authors

  • Sherly Novita Anggi Program Studi Farmasi, FMIPA, Universitas Garut, Jawa Barat, Indonesia
  • Ardi Rustamsyah Program Studi Farmasi, FMIPA, Universitas Garut, Jawa Barat, Indonesia
  • Risa Susanti Program Studi Farmasi, FMIPA, Universitas Garut, Jawa Barat, Indonesia

Keywords:

manajemen risiko, pelayanan kefarmasian, house of risk, pengelolaan obat, mitigasi risiko

Abstract

Latar Belakang: Manajemen pengelolaan obat dan Bahan Medis Habis Pakai (BMHP) adalah salah satu bagian penting dari pelayanan kefarmasian di fasilitas pelayanan kesehatan, seperti klinik. Risiko yang timbul akibat salah kelola dapat berdampak pada mutu pelayanan dan keselamatan pasien. Tujuan: Penelitian ini memiliki tujuan untuk menganalisis penilaian risiko dan upaya mitigasi terkait masalah pengelolaan obat dan pasokan medis di sebuah klinik di Limbangan, Kabupaten Garut. Metode: Metode Penelitian ini adalah deskriptif analitis serta menggunakan model analisis House of Risk (HOR), yang terdiri dari dua tahapan yakni  identifikasi risiko kemudian tindakan mitigasi. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, tinjauan dokumen, dan formulir penilaian. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan 16 kejadian risiko dan 17 sumber risiko potensial dalam pengelolaan obat dan pasokan medis. Perhitungan ARP mengidentifikasi tujuh sumber risiko prioritas: pengambilan obat tanpa dokumentasi yang tepat (Y16), perencanaan yang tidak akurat (Y14), permintaan obat yang tidak dapat diprediksi (Y15), tekanan kerja yang tinggi (Y17), kapasitas gudang yang tidak memadai (Y10), informasi stok yang tidak akurat (Y5), serta staf yang kurang teliti atau terburu-buru saat memeriksa obat dan pasokan medis saat kedatangan (Y9). Kesimpulan: Tindakan mitigasi yang direkomendasikan meliputi penerapan standar prosedur operasional (SPO), pelaksanaan penataan dan perhitungan persediaan (inventory), penetapan tingkat stok penyangga (buffer stock), penerapan pengendalian persediaan menggunakan metode tingkat stok maksimum-minimum, penyediaan pelatihan bagi staf farmasi, diversifikasi pemasok, pengoptimalan distribusi beban kerja, penambahan staf, serta penerapan sistem verifikasi,  pengecekan ganda (double-check).

References

Anasagita, P., et al. (2024). Evaluasi pengelolaan obat di instalasi farmasi Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) K. Jurnal Pharmacia Mandala Waluya, 3(2), 100–114. https://doi.org/10.54883/jpmw.v3i2.100

Anisah, N., Yunita, S. L., & Ratna Hidayati, I. (2023). Analisis pengelolaan obat di Puskesmas X Provinsi Kalimantan Selatan. Journal Syifa Sciences and Clinical Research, 5(1), 1–2. https://doi.org/10.37311/jsscr.v5i1.17046

Djatnika, K. M., Arso, S. P., & Jati, S. P. (2019). Analisis pelaksanaan manajemen risiko di instalasi farmasi Rumah Sakit Umum Daerah Tugurejo Semarang tahun 2018. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 7(1), 84–92.

Farida, N., et al. (2021). Analisis failure mode effect (FMEA) pada pengadaan obat dan perbekalan kesehatan pada era Jaminan Kesehatan Nasional di Puskesmas Wonokromo Surabaya. Medical Technology and Public Health Journal, 5(1), 47–56. https://doi.org/10.33086/mtphj.v5i1.1636

Firmansyah, M. H. (2022). Penerapan manajemen risiko keselamatan dan kesehatan kerja di Rumah Sakit Islam Surabaya A. Yani. Jurnal Kesehatan Masyarakat (Undip), 10(1), 12–19. https://doi.org/10.14710/jkm.v10i1.31550

Hadi, J. A., et al. (2020). Identifikasi risiko rantai pasok dengan metode house of risk (HOR). Performa: Media Ilmiah Teknik Industri, 19(2), 85–94. https://doi.org/10.20961/performa.19.2.46388

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2021). Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 34 Tahun 2021 tentang standar pelayanan kefarmasian di klinik. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

Luin, N. E. N., Suardika, I. B., & Adriantantri, E. (2020). Analisis dan pengendalian risiko rantai pasok menggunakan metode house of risk (HOR) (Studi kasus: UD. Karya Mandiri). Jurnal Valtech (Jurnal Mahasiswa Teknik Industri), 3(2), 66–74.

Magdalena, R. (2019). Analisis risiko supply chain dengan model house of risk (HOR) pada PT Tatalogam Lestari. Jurnal Teknik Industri, 14(2), 53.

Maulani, L. F., & Susanto, A. (2024). Evaluasi mutu pelayanan kefarmasian berdasarkan Permenkes No. 34 Tahun 2021 di klinik Kota Cimahi tahun 2023. Jurnal Abdimas Jatibara, 2(2), 53. https://doi.org/10.29241/jaj.v2i2.1813

Nugrahaini, E. V. S. (2023). Analisis pengelolaan obat dan strategi perbaikan dengan metode Hanlon di instalasi farmasi. Journal of Telenursing (JOTING), 5(2), 3693–3706. https://doi.org/10.31539/joting.v5i2.6963

Prasetyo, B., Retnani, W. E. Y., & Ifadah, N. L. M. (2022). Analisis strategi mitigasi risiko supply chain management menggunakan house of risk (HOR). Jurnal Tekno Kompak, 16(2), 72. https://doi.org/10.33365/jtk.v16i2.1878

Pujawan, I. N., & Geraldin, L. H. (2009). House of risk: A model for proactive supply chain risk management. Business Process Management Journal, 15(6), 953–967. https://doi.org/10.1108/14637150911003801

Pujilestari, A., & Besse, A. (2023). Penilaian risiko keselamatan dan kesehatan kerja bagian filing di instalasi rawat jalan RSUD Toto Kabila. Jurnal Kesehatan Tambusai, 4(2), 2547–2552.

Trenggonowati, D. L., & Pertiwi, N. A. (2017). Analisis penyebab risiko dan mitigasi risiko dengan menggunakan metode house of risk pada divisi pengadaan PT XYZ. Journal Industrial Servicess, 3(1), 1–7.

Wahyuningsih, L. G. N. S., et al. (2024). Implementasi manajemen risiko pada pelayanan kesehatan: A literature review. Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal, 14(2), 561–570.

Woesik, M. S. van, Lolo, W. A., & Rundengan, G. E. (2024). Evaluasi pelaksanaan manajemen risiko di instalasi farmasi Rumah Sakit X Manado. Pharmacon, 13, 457–463. https://doi.org/10.35799/pha.13.2024.49438

Downloads

Published

2026-09-01