Profil Penggunaan Obat BPH(Benign Prostatic Hyperplasia)Pada Pasien Rawat Inap Di RSUD.Dr.H.Slamet Martodirdjo Kabupaten Pamekasan Periode April-Desember 2025

Authors

  • Fadilatul Rizkiqoh Program Studi D3 Farmasi, Universitas Islam Madura, Pamekasan, Indonesia
  • Lisa Narulita Program Studi D3 Farmasi, Universitas Islam Madura, Pamekasan, Indonesia
  • Taufikurrahman Program Studi D3 Farmasi, Universitas Islam Madura, Pamekasan, Indonesia

Keywords:

Benign Prostatic Hyperplasia (BPH), penggunaan obat

Abstract

Benign Prostatic Hyperplasia (BPH) merupakan salah satu penyakit yang umum dialami oleh pria lanjut usia serta dapat menimbulkan gangguan pada proses berkemih. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil penggunaan obat BPH pada pasien rawat inap di RSUD Dr. H. Slamet Martodirdjo Pamekasan tahun 2025. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif retrospektif melalui pengambilan data rekam medis pasien BPH pada periode April–Desember 2025. Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 123 pasien.Sampel dipilih menggunakan teknik stratified random sampling secara proporsional. Data penelitian yang dianalisis mencakup karakteristik pasien serta penggunaan obat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas pasien BPH berada pada kelompok usia 60–74 tahun dengan persentase sebesar 52,8%. Tamsulosin dari golongan α1-blocker merupakan obat yang paling banyak digunakan sebagai obat utama BPH. Selain obat utama, penggunaan obat untuk kondisi komorbid, seperti antibiotik, analgesik, antihipertensi, dan antifibrinolitik, juga diberikan sesuai dengan kondisi klinis pasien. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa penggunaan obat BPH pada pasien rawat inap telah sesuai dengan pedoman obat yang diterapkan di rumah sakit.

References

Alghani, S. R., Ristiyaning, P., Sangging, A., Kedokteran, F., Lampung, U., Klinik, B. P., Kedokteran, F., & Lampung, U. (2024). Benigna Prostatic Hiperplasia Benign Prostat Hyperplasia. 14, 508–511

Almuhtarihan, I. F., Inayah, A. F., Hasmono, D., Yadi, H., & Article, I. (2023). Benign Prostate Hyperplasia dengan Operasi. Jurnal Ilmiah Farmasi Farmasyifa, 6(2), 112–121.

Escando, S., Magan, M. E. M., & Bello-chavolla, O. Y. (2023). Use of 5-Alpha Reductase Inhibitors in Dermatology : A Narrative Review. 1721–1731. https://doi.org/10.1007/s13555-023-00974-4

Jauhari, T., Pramudyaningrum, R., & Punjastuti, B. (2022). UPAYA MENURUNKAN NYERI AKUT DENGAN TERAPI MUSIK PADA PASIEN Benign prostatic hyperplasia ( BPH ). 597–610.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2021). Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 28 Tahun 2021 tentang Pedoman Penggunaan Antibiotik (Issue 1116).

Nurapni, D., Nurjanah, A., & Frianto, D. (2023). Perbandingan Obat Analgetik Pada Pasien Pasca Operasi. 3, 2878–2890.

P. P. bph. (n.d.). Pembesaran Prostat Jinak ( Benign Prostatic Hyperplasia / BPH ) 2021.

Stefanus, D., & Siregar, S. (2023). Association of Lower Urinary Tract Symptoms and Benign Prostatic Enlargement in Patients with Hypertension. 55(1), 47–52.

Syarifuddin, S., Marpaung, R. F., & Hotria, P. (2025). RUMAH SAKIT HARAPAN PEMATANGSIANTAR. 9(1), 23–35.

Downloads

Published

2026-09-01