Profil Pola Penggunaan Obat Pada Pasien Hemodialisis di RSUD Dr. H.Slamet Martodirdjo Kabupaten Pamekasan Periode April – Desember 2025

Authors

  • Aminatus Sa’diyah Program Studi D3 Farmasi, Universitas Islam Madura, Pamekasan, Indonesia
  • Lisa Narulita Program Studi D3 Farmasi, Universitas Islam Madura, Pamekasan, Indonesia
  • Taufikurrahman Program Studi D3 Farmasi, Universitas Islam Madura, Pamekasan, Indonesia

Keywords:

Gagal Ginjal Kronik, Hemodialisis, Pola Penggunaan Obat, Polifarmasi, RSUD Dr. H. Slamet Martodirdjo, Pamekasan

Abstract

Pendahhuluan: Penyakit Ginjal Kronik (PGK) merupakan salah satu masalah kesehatan global yang memerlukan terapi pengganti ginjal berupa hemodialisis. Pasien hemodialisis sering memiliki penyakit penyerta, sehingga membutuhkan terapi jangka Panjang yang kompleks (polifarmasi) yang berisiko memicu ketidak tepatan dosis dan interaksi obat. Tujuan: penelitian ini untuk mengindentifikasi profil pola penggunaan obat pada pasien hemodialisis di RSUD Dr. H. Slamet Martodirdjo Pamekasan selama periode April–Desember 2025. Metode: Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan pendekatan retrospektif. Teknik sampling menggunakan probability sampling dengan metode stratified random sampling. Jumlah sampel sebanyak 548 pasien  terdiri dari 382 pasien rawat jalan dan 166 pasien rawat inap. Hasil: penelitian menunjukkan  pada kelompok rawat jalan, mayoritas pasien berjenis kelamin laki-laki (52%) dengan penggunaan obat injeksi terbanyak heparin sodium (62%). Sedangkan pada kelompok rawat inap, mayoritas pasien adalah perempuan (55%) dengan penyakit penyerta terbanyak gagal jantung (35,7%). Penggunaan obat oral rawat inap didominasi  golongan pengikat fosfat/asam amino esensial (32,9%) dan penggunaan injeksi didominasi oleh diuretik kuat furosemid (93%) ,dan mayoritas pasien rawat inap (44%) masuk dalam kategori mayor polifarmasi. kesimpulan:  Berdasarkan data, disimpulkan pola terapi obat pada pasien hemodialisis tergolong kompleks dengan tingkat polifarmasi yang tinggi.

References

Auliafendri, N., & Khairati, R. (2022). Evaluasi penggunaan obat antihipertensi pada pasien gagal ginjal kronik (GGK) di unit hemodialisa RSU Imelda Pekerja Indonesia Medan. JIFI (Jurnal Ilmiah Farmasi Imelda), 6(1), 22–29. https://doi.org/10.52943/jifarmasi.v6i1.1116

Galistiani, G. F., Ratri, E. P., & Wahyono, D. (2025). Polifarmasi dan interaksi obat pada pasien gagal ginjal kronis yang menjalani hemodialisa. PHARMACY: Jurnal Farmasi Indonesia (Pharmaceutical Journal of Indonesia), 22(1), 55–59. https://doi.org/10.30595/pharmacy.v22i1.26887

GBD Chronic Kidney Disease Collaboration. (2020). Global, regional, and national burden of chronic kidney disease, 1990–2017: A systematic analysis for the Global Burden of Disease Study 2017. The Lancet, 395(10225), 709–733. https://doi.org/10.1016/S0140-6736(20)30045-3

Iryanti, E., Muarif, S., Ulfah, S. M., & Nihayatul. (2026). Karakteristik pasien gagal ginjal kronis yang menjalani hemodialisa di Rumah Sakit Daerah Gunung Jati Cirebon periode 2024. Syntax Literate: Jurnal Ilmiah Indonesia, 11(4), 3326–3339. https://doi.org/10.36418/syntax-literate.v11i4.64155

Isti D, Dwiyarina M, Mia DN. Pola Peresepan Obat Penyakit Gagal Ginjal Kronik yang Menjalani Hemodialisa di Rumah Sakit Krakatau Medika IHC Kota Cilegon Tahun 2023. Jurnal Farmasi IKIFA. 2024;3(3):51-60.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2023). Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor HK.01.07/MENKES/1634/2023 tentang Pedoman Nasional Pelayanan Kedokteran Tata Laksana Penyakit Ginjal Kronik. Kemenkes RI

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2024). Hasil Survei Kesehatan Indonesia (SKI) Tahun 2023. Jakarta: Kemenkes RI. https://kemkes.go.id/app_asset/file_content_download/17169067256655eae5553985.98376730.pdf

Kinanti, W., Andayani, T. M., & Irijanto, F. (2022). Perbandingan efektivitas angiotensin receptor blocker (ARB) dengan calcium channel blocker (CCB) pada pasien penyakit ginjal kronis dengan hemodialisis. JPSCR: Journal of Pharmaceutical Science and Clinical Research, 7(1), 28–37. https://doi.org/10.20961/jpscr.v7i1.53514

Maharani, F. N., Salim, M. A., & Rochmah, N. N. (2026). Analisis penggunaan obat gagal ginjal kronik pada pasien rawat inap di RSUD Cilacap tahun 2024. PRAEPARANDI: Jurnal Farmasi dan Sains, 9(2).

Makmur, S. A., Madania, M., & Rasdianah, N. (2022). Gambaran interaksi obat pada pasien gagal ginjal kronik dalam proses hemodialisis. Indonesian Journal of Pharmaceutical Education, 2(3), 218–229. https://doi.org/10.37311/ijpe.v2i3.13333

Suara, E., & Retnaningsih, D. (2024). Karakteristik faktor risiko pasien chronic kidney disease (CKD) yang menjalani hemodialisa. Jurnal Manajemen Asuhan Keperawatan, 8(2), 59–63. https://doi.org/10.33655/mak.v8i1.194

World Health Organization. (2025). Reducing the burden of noncommunicable diseases through promotion of kidney health and strengthening prevention and control of kidney disease. World Health Assembly resolution WHA78.6. Geneva: World Health Organization.

Downloads

Published

2026-09-01