Aktivitas Ekstrak Biji Buah Pinang (Area Catechu L) Terhadap Kualitas Sperma Pada Mencit Jantan (Mus Musculus)

Authors

  • Adinda Nurul Fatimah Program Studi D3 Farmasi, Universitas Islam Madura, Indonesia
  • Taufikurrahman Taufikurrahman Program Studi D3 Farmasi, Universitas Islam Madura, Indonesia
  • Naili Uswatun H Program Studi D3 Farmasi, Universitas Islam Madura, Indonesia

Keywords:

Biji pinang, Areca catechu L, Motillitas spermatozoa, Morfologi spermatozoa, Mencit jantan

Abstract

Pendahuluan: Kualitas spermatozoa merupakan salah satu indikator penting dalam menentukan fertilitas jantan. Penurunan motilitas dan morfologi normal spermatozoa dapat menyebabkan gangguan terhadap kemampuan reproduksi. Biji pinang (Areca catechu L.) mengandung berbagai senyawa bioaktif, terutama flavonoid dan alkaloid, yang diduga berpotensi memengaruhi fungsi reproduksi jantan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menilai efek pemberian ekstrak etanol biji pinang terhadap kualitas spermatozoa mencit jantan (Mus musculus), meliputi motilitas dan morfologi spermatozoa. Metode: Penelitian dilakukan secara eksperimental di laboratorium menggunakan rancangan post-test only control group. Hewan uji dibagi menjadi lima kelompok, yaitu kontrol negatif yang diberikan Na CMC 0,5%, kontrol positif yang diberikan sildenafil, serta tiga kelompok perlakuan yang diberikan ekstrak etanol biji pinang dengan dosis 50 mg/kgBB mencit, 75 mg/kgBB mencit, dan 100 mg/kgBB mencit. Seluruh perlakuan diberikan secara oral selama 14 hari berturut-turut. Setelah masa perlakuan berakhir, dilakukan evaluasi terhadap motilitas dan morfologi spermatozoa sebagai parameter kualitas spermatozoa. Data dianalisis menggunakan uji One-Way ANOVA pada taraf kepercayaan 95% (α = 0,05). Hasil: Hasil: Kelompok sildenafil memiliki rata-rata motilitas spermatozoa tertinggi sebesar 46,66% dan morfologi normal sebesar 55,33%, sedangkan kelompok ekstrak dosis 75 mg/kgBB mencit menunjukkan motilitas sebesar 43,33% dan morfologi normal sebesar 52,00%. Hasil uji statistik menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan pada motilitas spermatozoa (p = 0,003) dan morfologi spermatozoa (p = 0,002). Kesimpulan: Pemberian ekstrak etanol biji pinang (Areca catechu L.) berpengaruh signifikan terhadap kualitas spermatozoa mencit jantan.

References

Agarwal, A., et al. (2014). Role of reactive oxygen species in male infertility. Reproductive Biology and Endocrinology, 12, 1–10.

Guo, X., et al. (2024). Antioxidant activity of flavonoids in medicinal plants. Journal of Ethnopharmacology, 310, 1–12.

Hassan, R., et al. (2023). Factors affecting male sexual function and fertility. International Journal of Sexual Health, 35(2), 120–128.

Huang, S., & Jiann, B. (2017). Pharmacological effects of Areca catechu on reproductive system. Asian Journal of Andrology, 19(3), 250–256.

Indriyani, S., et al. (2021). Morphological assessment of spermatozoa in fertility evaluation. Journal of Reproductive Biology, 21(2), 100–108.

Rahman, M. A. (2022). Sperm motility as an indicator of male fertility status. Andrology Research Journal, 14(1), 45–52.

Sriwijaya, A. (2018). Antioxidant potential of plant polyphenols in reproductive protection. Journal of Natural Products, 9(4), 200–206.

Sun, Y., et al. (2024). Comprehensive insights into areca nut: active components and biological effects. Frontiers in Pharmacology, 15, 1407212.

Takahashi, Y., et al. (2021). Catechin as antioxidant in reproductive cell protection. Food and Chemical Toxicology, 150, 112–118.

Totong, R., & Nita, S. (2019). Alkaloid compounds in Areca catechu and biological activity. Indonesian Journal of Pharmaceutical Sciences, 16(2), 85–92.

Utami, D. (2011). Effect of Areca catechu extract on male reproductive parameters in experimental animals. Journal of Tropical Medicine, 6(1), 33–39.

Downloads

Published

2026-09-01