PEMBERDAYAAN KADER SEBAYA DALAM PENCEGAHAN TBC PADA MASYARAKAT KELURAHAN OESAPA KOTA KUPANG
DOI:
https://doi.org/10.36465/jupemas.v6i2.1801Keywords:
Empowerment, Peer Educators, TuberculosisAbstract
Tuberculosis (TBC) tetap menjadi tantangan kesehatan global sebagai penyakit menular penyebab utama kematian. Penyakit kronis yang disebabkan oleh Mycobacterium tuberculosis ini memerlukan penanganan kompleks. Wilayah Provinsi Nusa Tenggara Timur, khususnya di Kelurahan Oesapa, Kota Kupang, data menunjukkan konsentrasi kasus TBC yang tinggi. Tingginya angka insidensi ini diidentifikasi memiliki korelasi kuat dengan rendahnya tingkat literasi kesehatan masyarakat, terutama pemahaman mengenai gejala klinis, mekanisme penularan, dan pentingnya kepatuhan pengobatan. Permasalahan tersebut akan diberikan intervensi hingga implementasi untuk meningkatkan pengetahuan dan sikap preventif remaja terhadap TBC. Intervensi ini dirancang sebagai program pemberdayaan komprehensif, yang mengintegrasikan metode penyuluhan kesehatan, konseling individual, dan pemberdayaan remaja sebagai kader sebaya penggerak kesehatan. Pelaksanaan kegiatan mengadopsi pendekatan partisipatif, mencakup penyuluhan interaktif, diskusi kelompok terarah (FGD), dan pelatihan intensif bagi kader sebaya. Remaja tidak hanya menjadi target penerima informasi, tetapi juga dilibatkan secara aktif sebagai agen perubahan dalam diseminasi informasi serta pemantauan proaktif terhadap individu bergejala TBC di komunitas, dengan perhatian khusus pada populasi anak-anak yang rentan. Evaluasi pasca-intervensi menunjukkan peningkatan pemahaman TBC remaja yang sangat signifikan, dari 35% (pra-tes) menjadi 85% (pasca-tes). Kader sebaya yang terlatih terbukti mampu menyampaikan informasi pencegahan dan pengendalian TBC di lingkungan sosial mereka. Studi ini mengkonfirmasi bahwa model pemberdayaan remaja melalui edukasi dan pelatihan terstruktur efektif meningkatkan pengetahuan, sikap, dan kesadaran kolektif. Kader sebaya diharapkan berfungsi sebagai pionir penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) serta akselerator dalam upaya pencegahan penularan TBC di masyarakat.
References
Karunia, Ajeng Tri. Reliani, Reliani. Husna,Anis rosyiatul.Yummi, F. L. (2021). in D O N E Si a N Academia Hea Lth Sciences Journal. 2(1), 1–5.
Kemenkes RI. (2023). Revisi Strategi nasional Perawatan dan Pencegahan TBC di Indonesia 2020-2024 dan Interim Rencana Tahun 2025-2026.
Maidatuz Zulfa, I., & Dewi Yunitasari, F. (2025). Public Knowledge, Attitude, And Stigma Towards Tuberculosis In Surabaya, Indonesia: Determining Associated Factors For Poor Attitude. International Journal of Health and Pharmaceutical (IJHP), 5(1), 56–62. https://doi.org/10.51601/ijhp.v5i1.389
Salina, E. G. (2023). Mycobacterium tuberculosis Infection: Control and Treatment. Microorganisms, 11(4), 10–12. https://doi.org/10.3390/microorganisms11041057
WHO. (2024). Global Tuberculosis (TB).







