ANALISIS KADAR KAFEIN DALAM TEH HIJAU, TEH HITAM DAN TEH OLONG MENGGUNAKAN KROMATOGRAFI CAIR KINERJA TINGGI

Authors

  • Emma Emawati Universitas Bhakti Kencana
  • Winasih Rachmawati Department of Pharmacochemistry, Bhakti kencana Univercity, Indonesia
  • Miftah Muzaki Department of Pharmacochemistry, Bhakti kencana Univercity, Indonesia
  • Anne Yuliantini Department of Pharmacochemistry, Bhakti kencana Univercity, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.36465/jop.v7i3.1474

Abstract

Teh, terkenal sebagai tanaman yang dapat dikonsumsi dengan cara diseduh. Berdasarkan pengolahannya jenis teh dibagi menjadi teh hijau, teh oolong, dan teh hitam. Kafein merupakan alkaloid purin yang dapat meningkatkan fungsi kognitif dan juga menjadi dorongan energi ekstra. Kafein dapat ditemukan di biji kopi dan daun teh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh proses pengolahan terhadap kadar kafein dalam seduhan teh hijau, teh oolong, dan teh hitam menggunakan metode Kromatografi Cair Kinerja Tinggi (KCKT). Metode KCKT dipilih karena kemampuan analisisnya yang tinggi dalam memisahkan dan mengkuantifikasi komponen-komponen dalam sampel yang kompleks. Validasi meliputi uji kesesuaian sistem, selektivitas, linieritas, sensitivitas, akurasi, dan presisi. Hasil uji kesesuaian sistem menunjukkan parameter yang memenuhi syarat dengan %RSD rata-rata di bawah 2%. Selektivitas diuji dengan membandingkan kromatogram dari pelarut, sampel, standar, dan campuran sampel dengan standar. Hasil linieritas didapatkan persamaan regresi Y = 67410x + 10247 dengan nilai (r) sebesar 0.9993. Batas deteksi (BD) dan batas kuantisasi (BK) masing-masing adalah 0.44 µg/mL dan 1.47 µg/mL. Akurasi menggunakan metode standar adisi hasil analisis menunjukkan rata-rata %recovery antara 90.40% hingga 82.35%. Presisi diuji selama tiga hari berturut-turut dengan hasil rata-rata konsentrasi yang menunjukkan konsistensi yang baik. Hasil penetapan kadar kafein dalam teh hijau, teh oolong, dan teh hitam masing-masing adalah 14,05±0,16 mg, 11,98±0,22 mg, dan 9,56±0,01 mg per seduhan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa proses pengolahan berpengaruh terhadap kadar kafein dalam teh seduhan

References

Annuryanti, Febri, Masruratos Zahroh, and Djoko Agus Purwanto. 2019. “Pengaruh Suhu Dan Jumlah Penyeduhan Terhadap Kadar Kafein Terlarut Dalam Produk Teh Hijau Kering Dengan Metode KCKT.” Jurnal Farmasi Dan Ilmu Kefarmasian Indonesia 5(1):30. doi: 10.20473/jfiki.v5i12018.30-35.

Bakhriansyah, Mohammad, Sidnan Naufa Sulaiman, and Rahmi Fauzia. 2022. “The Effect of Camellia Sinensis Tea on a Decreased Risk of Anxiety for Medical Students at Universitas Lambung Mangkurat Indonesia.” Clinical Epidemiology and Global Health 17(February):101114. doi: 10.1016/j.cegh.2022.101114.

FDA. 1998. “Reviewer Guidance - Validation of Chromatographic Methods.” CDER. Center for Drug Evaluation and Research 22(3):1–30.

Gaspar, Catarina, Clara Rocha, Jorge Balteiro, and Helder Santos. 2024. “Effects of Caffeine on Cerebral Blood Flow.” Nutrition 117. doi: 10.1016/j.nut.2023.112217.

Gonçalves Bortolini, Débora, Charles Windson Isidoro Haminiuk, Alessandra Cristina Pedro, Isabela de Andrade Arruda Fernandes, and Giselle Maria Maciel. 2021. “Processing, Chemical Signature and Food Industry Applications of Camellia Sinensis Teas: An Overview.” Food Chemistry: X 12(November). doi: 10.1016/j.fochx.2021.100160.

Harmita, Harmita. 2004. “PETUNJUK PELAKSANAAN VALIDASI METODE DAN CARA PERHITUNGANNYA.” Majalah Ilmu Kefarmasian 1(3):117–35. doi: 10.7454/psr.v1i3.3375.

Kanlaya, Rattiyaporn, Chonnicha Subkod, Supanan Nanthawuttiphan, and Visith Thongboonkerd. 2023. “Caffeine Causes Cell Cycle Arrest at G0/G1 and Increases of Ubiquitinated Proteins, ATP and Mitochondrial Membrane Potential in Renal Cells.” Computational and Structural Biotechnology Journal 21(April):4552–66. doi: 10.1016/j.csbj.2023.09.023.

Kottawa-Arachchi, Jeevan Dananjaya, M. A. B. Ranatunga, A. M. T. Amarakoon, M. T. K. Gunasekare, R. N. Attanayake, R. K. Sharma, H. K. Chaudhary, V. K. Sood, R. Katoch, D. K. Banyal, K. G. N. P. Piyasena, and E. N. U. Edirisinghe. 2022. “Variation of Catechin and Caffeine Content in Exotic Collection of Tea [Camellia Sinensis (L.) O. Kuntze] in Sri Lanka and Potential Implication in Breeding Cultivars with Enhanced Quality and Medicinal Properties.” Food Chemistry Advances 1(September):100108. doi: 10.1016/j.focha.2022.100108.

Mutmainnah, Nurul, Sitti Chadijah, and Muhammad Qaddafi. 2018. “PENENTUAN SUHU DAN WAKTU OPTIMUM PENYEDUHAN BATANG TEH HIJAU (Camelia Sinensis L.) TERHADAP KANDUNGAN ANTIOKSIDAN KAFEIN, TANIN DAN KATEKIN.” Lantanida Journal 6(1):1. doi: 10.22373/lj.v6i1.1984.

Rohdiana, Dadan. 2015. Teh : Proses, Karakteristik & Komponen Fungsionalnya.

Sharma, Ranjana, Sarika Verma, and Dinesh Kumar. 2021. “Polyphenolics and Therapeutic Insights in Different Tissues Extract and Fractions of Camellia Sinensis (L.) Kuntze (Kangra Tea).” Food Bioscience 42:101164. doi: 10.1016/j.fbio.2021.101164.

Suprianto. 2018. “Konsep Praktis High Performance Liquid Chromatography.” Persentation (April). doi: 10.5281/zenodo.1313907.

Published

2024-12-16

How to Cite

Emawati, E., Rachmawati, W., Muzaki, M., & Yuliantini, A. (2024). ANALISIS KADAR KAFEIN DALAM TEH HIJAU, TEH HITAM DAN TEH OLONG MENGGUNAKAN KROMATOGRAFI CAIR KINERJA TINGGI. Journal of Pharmacopolium, 7(3), 9–18. https://doi.org/10.36465/jop.v7i3.1474

Issue

Section

Artikel

Citation Check