Identifikasi Risiko Musculoskeletal Disorders (MSDs) Pada Petugas Manual Handling Di Lingkungan Warehouse PT MK Ragunan Jakarta Selatan Tahun 2021

Authors

  • Robo Marliana Rahayu Administrasi Kesehatan, Universitas Yarsi Pratama, Indonesia
  • Rizky Caranggono Administrasi Kesehatan, Universitas Yarsi Pratama, Indonesia
  • Yuli Riviyanti Administrasi Kesehatan, Universitas Yarsi Pratama, Indonesia
  • Ariani Kairunnisa Administrasi Kesehatan, Universitas Yarsi Pratama, Indonesia
  • Ikhsan Nurahman Administrasi Kesehatan, Universitas Yarsi Pratama, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.36465/jkbth.v26i1.1923

Keywords:

musculoskeletal disorders, manual material handling, ergonomi, Rapid Entire Body Assessment (REBA), warehouse

Abstract

Aktivitas manual material handling (MMH) yang dilakukan secara tidak ergonomis berpotensi meningkatkan risiko kecelakaan kerja dan menimbulkan keluhan musculoskeletal disorders (MSDs) pada pekerja. Paparan beban statis yang diterima otot secara berulang dalam jangka waktu lama dapat menyebabkan gangguan pada sendi, ligamen, dan tendon. Kondisi kerja manual di area warehouse dengan keterbatasan fasilitas bantu menjadi faktor penting yang perlu dikaji terkait risiko ergonomi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor risiko ergonomi yang berhubungan dengan keluhan musculoskeletal disorders (MSDs) pada petugas warehouse PT MK di Ragunan, Jakarta Selatan tahun 2021. Penelitian menggunakan desain observasional dengan pendekatan cross-sectional pada 50 responden. Penilaian risiko ergonomi dilakukan menggunakan metode Rapid Entire Body Assessment (REBA), sedangkan keluhan musculoskeletal disorders (MSDs) diukur dengan kuesioner Nordic Body Map (NBM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa keluhan musculoskeletal disorders (MSDs) berhubungan secara signifikan dengan usia, masa kerja, postur kerja, berat beban, durasi dan frekuensi kerja, waktu kerja, tingkat pencahayaan, serta kondisi workstation. Postur kerja yang tidak ergonomis dan aktivitas angkat-angkut dengan beban berat merupakan faktor dominan terhadap peningkatan keluhan musculoskeletal disorders (MSDs). Dapat disimpulkan bahwa aktivitas manual handling dengan risiko ergonomi tinggi berperan penting terhadap terjadinya musculoskeletal disorders (MSDs) pada pekerja warehouse. Oleh karena itu, diperlukan pengendalian ergonomi melalui perbaikan postur kerja, penyesuaian beban dan waktu kerja, peningkatan kondisi lingkungan kerja, serta penerapan program K3 secara berkelanjutan.

References

(ILO), I. L. (2022). Guidelines on Manual Handling and Ergonomic Safety in the Workplace. Geneva: ILO Publications.

(WHO), W. H. (2022). musculoskeletal Health: Global Burden and Impact on Workforce Productivity. Geneva: WHO.

Anonim. (2016). Permenkes No 48 Tahun 2016 Standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja Perkantoran. 1–69.

Arizka Dyah Ramayanti, H. K. (2021). Indonesian Journal of Public Health and Nutrition. 1(3), 472–478.

Fauzan, H. (2022). Teknik sampling dalam penelitian kesehatan kerja: tinjauan metodologis. Jurnal Metodologi Penelitian Kesehatan, 11–18.(1), 4.

Fitriani, N. (2021). Analisis risiko ergonomi terhadap keluhan muskuloskeletal pada pekerja logistik. Jurnal Kesehatan Dan Keselamatan Kerja Indonesia, 95–103.

Kerjaan, K. T. (2021). Peraturan Menteri Tenaga Kerja Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 2021 tentang Standar Kesehatan dan Keselamatan Kerja Perkantoran.

Kesehatan, K. (2020). Laporan Nasional Riskesdas 2018: Prevalensi Gangguan Muskuloskeletal di Indonesia.

Kroemer, K. H. E.; Kroemer, H. J.; Kroemer-Elbert, K. E. (2020). Engineering Physiology: Bases of Human Factors Engineering/Ergonomics (2nd ed.). Springer. https://doi.org/10.1007/978-3-030-40627-1

Puspita, R. (2022). Hubungan postur kerja dan durasi kerja dengan keluhan MSDs pada pekerja gudang di sektor distribusi. Jurnal Ergonomi Dan Keselamatan Kerja, 7(1), 42–51.

Rahmawati, D. (2023). Analisis postur kerja menggunakan metode REBA pada pekerja manual handling di industri logistik. Jurnal Teknologi Dan Kesehatan, 19(1), 98–97.

Santoso, A. W. (2022). Analisis risiko muskuloskeletal pada pekerja pengemasan di industri makanan. Jurnal Kesehatan Masyarakat Terapan, 9(2), 75–83.

Sulistyorini, T. M. (2023). Analisis statistik inferensial dalam penelitian kesehatan masyarakat: pendekatan Chi-square test. Jurnal Statistika Terapan Indonesia, 5(2), 67–75.

Suryani, L. W. (2021). Pendekatan studi potong lintang dalam penelitian ergonomi industri. Jurnal Ilmu Kesehatan Dan Keselamatan Kerja, 10(3), 150–159.

Utami, V. P., & W. (2022). Usia dan risiko gangguan muskuloskeletal pada pekerja fisik; Musculoskeletal Health: Global Burden and Workforce Impact. Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia;, 12(3), 176–183.

Yuliana, R. P. (2021). Faktor risiko keluhan muskuloskeletal pada tenaga kerja pergudangan. Indonesian Journal of Occupational Health and Safety, 12(3), 210–219.

Downloads

Published

2026-02-20

How to Cite

Marliana Rahayu, R., Caranggono, R., Riviyanti, Y., Kairunnisa, A., & Nurahman, I. (2026). Identifikasi Risiko Musculoskeletal Disorders (MSDs) Pada Petugas Manual Handling Di Lingkungan Warehouse PT MK Ragunan Jakarta Selatan Tahun 2021. Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-Ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan Dan Farmasi, 26(1), 58–66. https://doi.org/10.36465/jkbth.v26i1.1923

Issue

Section

Artikel

Citation Check

Similar Articles

<< < 1 2 

You may also start an advanced similarity search for this article.