Hubungan Faktor Karateristik Individu Dengan Kehilangan Gigi Pada Lanjut Usia (Lansia)
DOI:
https://doi.org/10.36465/jkbth.v26i1.1842Keywords:
Karakteristik individu, Kehilangan gigi, Lansia, Usia, Pendidikan, Cross-sectionalAbstract
Masalah kesehatan gigi dan mulut yang paling sering dialami oleh kelompok lanjut usia adalah kehilangan gigi, yang dapat berdampak pada gangguan fungsi pengunyahan, penampilan estetik, dan kemampuan bicara. Kehilangan gigi pada kelompok lanjut usia merupakan kondisi yang umumnya berkaitan dengan proses karies gigi dan penyakit periodontal, serta dipengaruhi oleh berbagai determinan, termasuk karakteristik personal seperti usia, jenis kelamin, dan tingkat pendidikan. Penelitian ini dilaksanakan sebagai studi survei dengan pendekatan potong lintang (cross-sectional). Partisipan penelitian terdiri atas 2.000 lansia yang direkrut dari lima kelurahan di Kecamatan Mangkubumi, Kota Tasikmalaya, dan memenuhi kriteria inklusi, yakni berusia ≥60 tahun, berdomisili di wilayah penelitian, memiliki kemampuan komunikasi yang memadai, serta menyatakan kesediaannya untuk terlibat sebagai responden. Variabel terikat adalah kehilangan gigi, sedangkan variabel bebas adalah usia, jenis kelamin, dan tingkat pendidikan. Analisis data menggunakan uji chi-square dan regresi logistik biner. Hasil analisis chi-square menunjukkan bahwa umur dan tingkat pendidikan berhubungan dengan kehilangan gigi. Analisis regresi logistik biner menunjukkan bahwa lansia dengan usia lebih tua memiliki risiko lebih besar mengalami kehilangan gigi, sedangkan tingkat pendidikan yang lebih tinggi berperan sebagai faktor protektif. Penelitian ini menyimpulkan bahwa karakteristik individu, terutama umur dan pendidikan, merupakan faktor penting yang memengaruhi kehilangan gigi pada lansia, dengan umur sebagai determinan utama dalam kejadian tersebut.
References
Adnyasari, N. L. P. S. M., Syahriel, D., & Haryani, I. G. A. D. (2023). Plaque control in periodontal disease: Kontrol plak pada penyakit periodontal. Interdental Jurnal Kedokteran Gigi, 19(1), 55–61. DOI: 10.46862/interdental.v19i1.6093
Astuti, N. R. (2018). Hubungan antara pengetahuan dan perilaku pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut dengan status kesehatan periodontal pada lanjut usia (kajian di Panti Wreda Abiyoso). Jurnal Ilmu dan Teknologi Kedokteran Gigi, 14(2), 33.
Dewi, C. D., Syamsudin, E., & Hadikrishna, I. (2022). Characteristics patient and indications of tooth extraction at the exodontia clinic Padjadjaran University Dental Hospital. Jurnal Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran, 34(2), 152–158. https://doi.org/10.24198/jkg.v34i2.37719
Dharmawati, I., & Raiyanti, I. (2015). Hubungan antara faktor risiko (umur dan jenis kelamin) dengan kelainan jaringan periodontal pada penderita diabetes melitus yang berkunjung ke Poliklinik Penyakit Dalam RSUD Sanjiwani Gianyar tahun 2014. Jurnal Kesehatan Gigi, 3(2), 61–65.
Dwiastuti, S. A. P., Senjaya, A. A., & Arini, W. (2017). Hubungan jumlah gigi yang berfungsi dengan variabel demografis pada lansia di Desa Mengwi, Kabupaten Badung. Jurnal Skala Husada, 14(1), 15–25.
Fagundes, N., Couto, R., Brandão, A., Lima, L. O., Bittencourt, L. O., & Souza-Rodrigues, R. (2020). Association between tooth loss and stroke: A systematic review. Journal of Stroke and Cerebrovascular Diseases, 29(8), 104873. https://doi.org/10.1016/j.jstrokecerebrovasdis.2020.104873
Fauzan, A. M., Cholil, & Wayan, A. I. (2014). Gambaran pola kehilangan gigi sebagian pada masyarakat Desa Guntung Ujung Kabupaten Banjar. Dentino Jurnal Kedokteran Gigi, 2(2), 138–143.
Ferdina, R., Iswani, R., & Kirana, C. N. (2023). Tingkat pengetahuan pasien tentang dampak kehilangan gigi di Puskesmas Lubuk Buaya Kota Padang. Menara Ilmu: Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmiah, 7(2), 49–58.
Liccardo, D., Cannavo, A., Spagnuolo, G., Ferrara, N., Cittadini, A., & Rengo, C. (2019). Periodontal disease: A risk factor for diabetes and cardiovascular disease. International Journal of Molecular Sciences, 20(6), 1414. https://doi.org/10.3390/ijms20061414
Maulana, E. G. S., Adhani, R., & Heriyani, F. (2016). Faktor yang mempengaruhi kehilangan gigi pada usia 35–44 tahun di Kecamatan Juai Kabupaten Balangan tahun 2014 ditinjau terhadap pengetahuan dan sosial ekonomi. Dentino Jurnal Kedokteran Gigi, 1(1), 98–103.
Okamoto, N., Amano, N., Nakamura, T., & Yanagi, M. (2019). Relationship between tooth loss, low masticatory ability, and nutritional indices in the elderly: A cross-sectional study. BMC Oral Health, 19(1), 110. https://doi.org/10.1186/s12903-019-0809-3
Sari, M., & Jannah, N. F. (2021). Gambaran pengetahuan kesehatan gigi mulut, perilaku kesehatan gigi mulut, dan status gigi lansia di Panti Wreda Surakarta. Jurnal Surya Masyarakat, 3(2), 86–94.
Setiawati, T., Robbihi, H. I., & Dewi, T. K. (2022). Relationship of age and gender with periodontitis in elderly at Puskesmas Pabuarantumpeng Tangerang. JDHT Journal of Dental Hygiene and Therapy, 3(1), 43–48. https://doi.org/10.36082/jdht.v3i1.XXX
Setyawati, B. P., Marludia, M. A., Puspitawati, Y., Sari, S. N., & Nurwanti, W. (2022). Pemeriksaan dan edukasi kesehatan jaringan periodontal pada prajurit Dikjurtakes Abit Dikmata TNI AD. Gemakes Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 2(1), 19–23. https://doi.org/10.36082/gemakes.v2i1.532
Silva Junior, M., Batista, M., & de Souza, M. (2019). Risk factors for tooth loss in adults: A population-based prospective cohort study. PLOS ONE, 14(7), e0219240. https://doi.org/10.1371/journal.pone.0219240
Sudargo, T., Aristasari, T., Prameswari, A. A., Ratni, F. A., & Putri, S. R. (2021). Asuhan gizi pada lanjut usia. UGM Press.
Sulistiani, S., Wahyudi, S., & Nurwanti, W. (2021). Senam wajah terhadap kecepatan aliran saliva pada lansia sebagai upaya pencegahan xerostomia. JDHT Journal of Dental Hygiene and Therapy, 2(2), 58–61. https://doi.org/10.36082/jdht.v2i2.337






