Peningkatan Literasi Konservasi Air Melalui Pelatihan Pemanenan Air Hujan Berbasis Rumah Tangga di Wilayah Perdesaan
DOI:
https://doi.org/10.36465/jupemas.v6i2.1755Keywords:
Konservasi Air, Pemanenan Air Hujan, Literasi LingkunganAbstract
Krisis air bersih masih menjadi permasalahan nyata di berbagai wilayah perdesaan, terutama akibat tingginya ketergantungan masyarakat terhadap air tanah dan terbatasnya alternatif sumber air. Salah satu potensi yang belum dimanfaatkan secara optimal adalah air hujan, yang sebenarnya dapat dijadikan sebagai sumber air bersih rumah tangga apabila dikelola secara tepat. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan literasi konservasi air melalui pelatihan pemanenan air hujan berbasis rumah tangga di Desa Plosobuden, Kecamatan Deket, Kabupaten Lamongan. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif melalui sosialisasi, diskusi interaktif, serta pelatihan teknis sederhana tentang sistem penampungan dan penyaringan air hujan. Evaluasi dilakukan dengan pre-test dan post-test menggunakan skala Likert untuk mengukur perubahan pengetahuan, sikap, dan perilaku peserta. Hasil menunjukkan adanya peningkatan skor rata-rata dari 2,42 pada pre-test menjadi 3,62 pada post-test, yang mencerminkan peningkatan signifikan dalam pemahaman peserta terhadap manfaat air hujan dalam konteks ekonomi, lingkungan, dan sosial. Selain itu, partisipasi aktif peserta dalam sesi diskusi dan simulasi menunjukkan antusiasme tinggi dan kesiapan untuk menerapkan teknologi sederhana pemanenan air hujan di lingkungan rumah masing-masing. Dampak lanjutan yang muncul adalah inisiatif gotong royong serta dukungan untuk program konservasi air berskala komunitas. Kesimpulannya, kegiatan ini berhasil meningkatkan literasi konservasi air dan mendorong perubahan perilaku masyarakat perdesaan secara positif. Saran yang diajukan adalah perlunya pelatihan lanjutan, dukungan kebijakan lokal, dan replikasi kegiatan serupa di desa-desa lain dengan kondisi geografis dan sosial yang sebanding, sebagai bagian dari strategi ketahanan air berkelanjutan berbasis masyarakat.
References
Athanasiadis, I. N., & Mitkas, P. A. (2005). Social influence and water conservation: An agent-based approach. Computing in Science & Engineering, 7(1), 65–70.
Fund, S. (2015). Sustainable development goals. Available at this link: https://www. un. org/sustainabledevelopment/inequality.
Ha, P. E., Susilo, G. E., & Wahono, E. P. (2018). Perencanaan sistem pemanenan air hujan skala rumah tangga di Korea Selatan. Jurnal Rekayasa Sipil dan Desain, 6(1), 25–32.
Khalifa, M., & Bidaisee, S. (2018). The importance of clean water. Sch J Appl Sci Res, 1(7), 17–20.
Maryono, A. (2020). Memanen Air Hujan. UGM PRESS.
Mbilinyi, B. P., Tumbo, S. D., Mahoo, H. F., Senkondo, E. M., & Hatibu, N. (2005). Indigenous knowledge as decision support tool in rainwater harvesting. Physics and Chemistry of the Earth, Parts a/b/c, 30(11–16), 792–798.
Nafiah, A., Hidayah, E., & Wahyono, R. U. (2021). Pemanenan Air Hujan Sebagai Upaya Pengurangan Limpasan Permukaan Pada Kawasan Perkotaan. Pertemuan Ilmiah Tahunan HATHI Ke-38, 893–902.
Pamungkas, T. H., Kariyana, I. M., & Putra, I. G. A. A. (2023). Potensi Pemanenan Air Hujan Dalam Memenuhi Kebutuhan Air Di Desa Seraya. 19(01), 32–43. https://doi.org/https://doi.org/10.25077/jrs.19.1.32-43.2023
Prasetyo, B., Irwandi, H., & Pusparini, N. (2018). Karakteristik curah hujan berdasarkan ragam topografi di Sumatera Utara. Jurnal Sains & Teknologi Modifikasi Cuaca, 19(1), 11–20.
Purwadi, O. T., Yulianto, H., & Mashabi, M. (2014). Lubang Resapan Biopori Sebuah Strategi untuk Memanfaatkan Air Hujan dalam Menjaga Kelestarian Sumber Air di Kota Bandar LAMPUNG. Jurnal Rekayasa, 18(1), 47–58.
Rumbyarso, Y. P. A. (2024). Kajian Penurunan Tanah di Kabupaten Bekasi Akibat Eksploitasi Air Berlebihan dengan Aplikasi Geostudio dan Plaxis. Qomaruna Journal of Multidisciplinary Studies, 2(1), 42–56.
Shalehin, M. (2015). Perencanaan Sistem Pemanenan Air Hujan (Rainwater Harvesting) di Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan, Universitas Islam Indonesia.
Singha, B., & Eljamal, O. (2021). Exploring attitudes and household culture to encourage water conservation behavior.
Singha, B., Eljamal, O., Karmaker, S. C., Maamoun, I., & Sugihara, Y. (2022). Water conservation behavior: Exploring the role of social, psychological, and behavioral determinants. Journal of Environmental Management, 317, 115484.
Sutrisno, E., Asmorowati, E. T., Rahmawati, A., Sakati, S. N., Winaktu, G., Kurniawan, A. A., Khaerudin, D. N., Rusdiyana, E., & Permanasari, P. (2023). Sistem Panen Air Hujan (Rainwater Harvesting System). Perkumpulan Rumah Cemerlang Indonesia.
Sutrisno, E., Asnawi, N., Yani, A., Kumalasari, D., Rela, I. Z., Bonanza, O., Prabasari, I. G., Kalsum, S. U., Sahlan, A. R., & Ansya, Y. A. (2025). Pendidikan Kependudukan dan Lingkungan Hidup. Yayasan Kita Menulis.
Sutrisno, E., & Jazilah. (2024). Analisa Kualitas Air Hujan Untuk Keperluan Domestik Di Desa Plosobuden, Deket, Lamongan. Elemen : Jurnal Teknik Sipil, 6(1), 47–58.
Sutrisno, E., Mangka, A., Rustan, F. R., Saidah, H., Iswahyudi, I., Rahmawati, R., Rois, I., Affandy, N. A., & Andre, H. (2024). Hidroklimatologi. Yayasan Kita Menulis.
Sutrisno, E., NNPS, R. I. N., Hutagalung, W. L. C., Iswahyudi, Sudarmin, Meilandy, P., Hasibuan, H. S., Mutia, E., Lydia, E. N., Masthura, L., & Jafar, M. I. (2023). Air Hujan, Sumber Air Bersih: Konsep, Teknik, dan Manfaat Panen Air Hujan. Yayasan Kita Menulis.
Wewo, C. L., Samin, M., & Hasan, M. H. (2023). Dampak Eksploitasi Air Tanah Secara Berlebihan Terhadap Pemenuhan Kebutuhan Air Penduduk Di Desa Raenyale, Kecamatan Sabu Barat Kabupaten Sabu Raijua. Jurnal Geografi, 19(2), 14–25.
Wicaksono, A. W. (2023). Analisa Pemanenan Air Hujan pada Skala Rumahan Sebagai Implementasi Konstruksi Bangunan Hijau dan Beradaptasi terhadap Perubahan Iklim. Proceeding Technology of Renewable Energy and Development Conference, 3(1).







