Program Pembangunan Kesehatan Masyarakat Desa dalam Deteksi Dini Penyakit Tidak Menular di Bantargedang Kota Tasikmalaya
DOI:
https://doi.org/10.36465/jupemas.v7i2.1972Keywords:
Pemberdayaan Masyarakat, penyakit tidak menular;, hipertensi;, diabetes mellitus;, kesehatan lingkungan;Abstract
ABSTRACT
The Village Community Health Development (PKMD) program was conducted at RT 04/RW 10, Kampung Bantargedang, Kersanagara Village, Cibeureum District, Tasikmalaya City, in response to the high prevalence of non-communicable diseases and low public health awareness. This program aimed to improve community knowledge, awareness, and capacity for independent health maintenance through community-based promotive and preventive approaches. Methods included field surveys, observation, interviews, Focus Group Discussions (FGD), social mapping, and questionnaires, spanning from initial assessment to evaluation stages. Health screenings were conducted on 31 residents covering blood glucose levels, blood pressure, uric acid, blood type, eye health, and mosquito larval inspection. Results revealed that 22 out of 31 residents had elevated blood glucose levels, 9 had hypertension, 10 had high uric acid levels, and various refractive disorders were identified during eye examinations. Mosquito larval inspection showed a House Index of 6.4%. The PKMD program demonstrated effectiveness in increasing community knowledge and awareness regarding healthy lifestyles, routine health checks, and environmental hygiene. Sustained programs are necessary to ensure consistent and long-term behavioral change in community health practices.
Keywords: community empowerment, non-communicable diseases, hypertension, diabetes mellitus, environmental health
ABSTRAK
Program Pembangunan Kesehatan Masyarakat Desa (PKMD) dilaksanakan di RT 04/RW 10 Kampung Bantargedang, Kelurahan Kersanagara, Kecamatan Cibeureum, Kota Tasikmalaya, sebagai respons terhadap tingginya angka penyakit tidak menular dan rendahnya kesadaran kesehatan masyarakat. Tujuan kegiatan ini adalah mendeteksi secara dini data kesehatan penyakit tidak menular pada warga secara mandiri melalui pendekatan promotif dan preventif berbasis komunitas. Metode yang digunakan meliputi survei lapangan, observasi, wawancara, Focus Group Discussion (FGD), pemetaan sosial, dan kuesioner, dengan tahapan mulai dari pengkajian awal hingga evaluasi. Pemeriksaan kesehatan dilakukan terhadap 31 warga, mencakup kadar glukosa darah, tekanan darah, asam urat, golongan darah, kesehatan mata, dan jentik nyamuk. Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa 22 dari 31 warga memiliki kadar glukosa darah tinggi, 9 warga mengalami hipertensi, 10 warga memiliki kadar asam urat tinggi, serta ditemukan berbagai kelainan refraksi pada pemeriksaan mata. Pemeriksaan jentik nyamuk menunjukkan House Index sebesar 6,4%. Kegiatan PKMD terbukti meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pola hidup sehat, pemeriksaan kesehatan rutin, dan kebersihan lingkungan. Diperlukan program berkelanjutan untuk memastikan perubahan perilaku kesehatan masyarakat yang konsisten dan jangka panjang.
Kata Kunci: pemberdayaan masyarakat, penyakit tidak menular, hipertensi, diabetes mellitus, kesehatan lingkungan
References
Akbar, H., Kaseger, H., Rumaf, F., Azhri, M. Z., Tungkagi, M. Z. A., Mokodompit, D., Hatam, C. O., Basol, R. W., Kesehatan, I., & Medika, G. (2026). Edukasi Gaya Hidup Sehat Untuk Pencegahan Hipertensi Pada Masyarakat di Desa Tapa Aog. Bhinneka, 4(4), 5441–5447.
Hutomo, G. S., Puspitasari, S. C., Rahma, A. Y., Apri, I., Studi, P., Kesehatan, M., Pesantren, U., Darul, T., & Hutomo, G. S. (2024). Pendidikan kesehatan sebagai upaya pengendalian hipertensi dalam peningkatan pengetahuan lansia. Mandira Cendikia, 3(7), 31–38.
Kusuma, R. I., Ujianto, R., & Wigati, R. (2023). Penyusunan Potensi Desa Budaya Melalui Focus Group. JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri), 7(3), 1–6.
Lailatul Hidayah, R. N. (2025). Merancang Evaluasi Program Pendidikan: Konsep, Tahapan, dan Komponen Perencanaan. Psikosospen : Jurnal Psikososial dan Pendidikan, 1(3), 1783–1793.
Liasari Armaijn dkk. (2024). Analisis Faktor Risiko Kejadian Kelainan Refraksi pada Mahasiswa Kedokteran Universitas Khairun Tahun 2023. Alauddin Islamic Medical Journal, 8(1), 49–55. https://doi.org/10.24252/alami.v8i1.39789
Nasution, S. M. (2021). Pendekatan Komunitas untuk Membangun Resiliensi di Masa Pandemi Covid-19. Indonesian Journal of Islamic Psychology, 3(2), 175–196.
Nawir, F., Farhan, A., & Megarezky, U. (2024). Kualitas sumber daya manusia sebagai aspek fundamental dalam menunjang perekonomian. Journal of Economics Research and Policy Studies, 4(2), 330–341.
Priasmoro, D. P., & Asri, Y. (2024). Program Kesehatan Masyarakat Desa Dalam Meningkatkan Kualitas Kesehatan Masyarakat di Dusun Godean. Kolaborasi :Jurnal Pengabdian Masyarakat, 04(02), 77–82.
Qowiyyum, E. B. W. P. (2021). Pemberdayaan Masyarakat Melalui Program Indonesia Sehat Dengan Pendekatan Keluarga (Pis-Pk) Untuk Meningkatkan Akses Pelayanan Kesehatan di Wilayah Kerja Puskesmas. Publika, 9(3), 121–126.
Ramadaningrum, O., Alya, N. P., Zain, S. R., Nuranisa, S. S., & Panggayuh, P. H. (2025). Pendekatan Praktis Manajemen Kesehatan di Tingkat Pelayanan Komunitas. GALENICAL: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Mahasiswa Malikussaleh, 4(4), 68–74.
Rosyidah N dkk. (2025). DIABETES MELITUS TIPE 2 ; ARTIKEL REVIEW. Enfermeria Ciencia, 3(1), 44–63.
Suhartati, R., Liswanti, Y., Sugih, M., & Faulina, F. (2023). Edukasi dan pemeriksaan tekanan darah pada lansia di kelurahan karikil kecamatan mangkubumi untuk meningkatkan pengetahuan tentang hipertensi 1. Jupemas, 4(2), 44–51.
Utomo, G. P, D. (2026). Kesehatan Masyarakat Konsep, Sistem, dan Tantangan Global. CV. Edu Akademi.
Winarno, A. N. (2025). Metodologi Pengabdian kepada Masyarakat (1 ed.). PT Afanin Media Utama.
Yasir, L. A., Salfarina, A. L., & Romadonika, F. (2025). Intervensi Gaya Hidup Sehat bagi Lansia melalui Senam Hipertensi. Jurnal Ilmiah Pengabdian dan Inovasi, 4(2), 83–90.







