REVIEW ARTIKEL: PERBANDINGAN JENIS PEMANIS DALAM FORMULASI SIRUP HERBAL TERHADAP STABILITAS FISIK DAN RASA

Authors

  • Aditya Wardana Program Studi Sarjana Farmasi, Fakultas Farmasi, Universitas Bhakti Kencana, Bandung, Indonesia , Indonesia
  • Brina Amelrizki Program Studi Sarjana Farmasi, Fakultas Farmasi, Universitas Bhakti Kencana, Bandung, Indonesia , Indonesia
  • Nabilla Ismi Nur Affifah Program Studi Sarjana Farmasi, Fakultas Farmasi, Universitas Bhakti Kencana, Bandung, Indonesia , Indonesia
  • Afifah Dibba Maulani Program Studi Sarjana Farmasi, Fakultas Farmasi, Universitas Bhakti Kencana, Bandung, Indonesia , Indonesia
  • Angely Patricia Sanda Program Studi Sarjana Farmasi, Fakultas Farmasi, Universitas Bhakti Kencana, Bandung, Indonesia , Indonesia
  • M. Ramadhan Saputro Program Studi Sarjana Farmasi, Fakultas Farmasi, Universitas Bhakti Kencana, Bandung, Indonesia , Indonesia
  • Reza Pratama Universitas Bhakti Kencana

DOI:

https://doi.org/10.36465/jkbth.v26i1.1903

Keywords:

kombinasi pemanis, sirup herbal, stabilitas fisik, sukrosa

Abstract

Formulasi sirup herbal memerlukan pemanis yang tepat untuk menjaga stabilitas fisik dan mutu organoleptik, tetapi ringkasan komparatif lintas-pemanis masih terbatas; studi ini merangkum pengaruh jenis dan kombinasi pemanis terhadap stabilitas serta penerimaan konsumen melalui sintesis naratif terarah atas penelitian formulasi sirup herbal dengan parameter pH, viskositas, bobot jenis, kejernihan, homogenitas, dan penilaian sensorik. Hasil menunjukkan sukrosa menjaga pH relatif stabil sekaligus meningkatkan viskositas dan penerimaan panelis; madu menambah kekentalan dan menurunkan pH (lebih asam) seraya menutup rasa getir; sorbitol menjaga kejernihan dan menekan kristalisasi; stevia mempertahankan pH dan viskositas rendah namun pada sistem ber-antosianin warna lebih sensitif terhadap keasaman; sukralosa cenderung netral terhadap pH dan viskositas pada suhu ruang; fruktosa memberi manis ringan dengan sebagian laporan menunjukkan penurunan stabilitas warna pada penyimpanan lebih lama. Kombinasi sukrosa–sorbitol mengurangi kristalisasi serta meningkatkan kejernihan dan homogenitas (stabil ≥4 minggu), sedangkan madu–sorbitol menjaga viskositas dengan kejernihan lebih baik dibanding madu tunggal. Temuan ini menegaskan adanya trade-off: pemanis “berbody” (sukrosa, madu) menguatkan tekstur dan palatabilitas, sementara pemanis alternatif (sorbitol, stevia, sukralosa) unggul dalam kejernihan dan kestabilan warna. Kesimpulannya, pemilihan pemanis sebaiknya disesuaikan dengan target mutu: sukrosa/madu untuk body dan penerimaan, sorbitol untuk kejernihan dan pencegahan kristalisasi, serta stevia/sukralosa untuk formulasi rendah kalori/viskositas; kombinasi sukrosa–sorbitol atau madu–sorbitol tampak paling menjanjikan untuk kestabilan fisik dan sensorik.

References

Artania, A. I., Harta, I. K. G. G. G., Pratama, G. W. A. P., Ayu, N. P. A. S., Sukmarani, I. G. A. P., & Arisanti, C. I. S. (2020). Optimasi propilenglikol dalam formulasi sirup ekstrak rimpang jahe sebagai obat batuk. Jurnal Kimia, 181.

Billa, S., Alif, N., Dewi, K., & Ridlo, A. (2024). Uji stabilitas fisik formulasi sediaan sirup infusa daun seledri (Apium graveolens L.) dengan larutan pemanis daun stevia (Stevia rebaudiana). Borobudur Pharmacy Review, 4(1), 7–11. https://doi.org/10.31603/bphr.v4i1.11565

Camila, A. H., Soeyono, R. D., Nurlaela, L., Romadhoni, I. F., & Boga, P. T. (2020). Formulasi sirup herbal berbahan dasar pemanis fruktosa bagi penderita diabetes. Jurnal Tata Boga, 9(2), 814–821. https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/jurnal-tata-boga/

Dewi, I. K. (2017). Uji stabilitas fisik dan hedonik sirup herbal kunyit asam (Stability and hedonic test of tumeric tamarind syrup).

Ermawati, N. W. (2021). Pembuatan dan uji stabilitas fisik sirup ekstrak kulit buah semangka (Citrullus lanatus Thunb.). Jurnal Kesehatan Yamasi Makassar, 5.

Fitriana, M., Halwany, W., Kartika, Y., Anwar, K., Siswadi, S., & Rizki, M. I. (2022). Formulation and physical stability of syrup containing gaharu (Aquilaria microcarpa Baill.) leaves extract. Jurnal Riset Industri Hasil Hutan, 14(1), 33.

Hidayati, N., Nuryanto, I., & Zukhri, S. (2019). Optimasi formula sirup ekstrak etanol daun sukun (Artocarpus altilis) dengan pemanis sorbitol dan co-solvent propilen glikol. Jurnal Ilmu Farmasi, 10.

Hidayati, N., Putri, A., & Rohmah, S. N. (2021). Formulasi sirup ekstrak temu mangga (Curcuma mangga Val) dengan variasi konsentrasi sorbitol dan CMC-Na. Jurnal Ilmu Farmasi, 12.

Lestari, G. (2020). Formulasi dan evaluasi sediaan sirup ekstrak daun bidara arab (Ziziphus mauritiana Lam) sebagai antipiretik terhadap mencit (Mus musculus). Jurnal Ilmiah Farmacy.

Maesaroh, I. (2023). Formulasi dan uji aktivitas sirup liofilisat buah harendong (Melastoma affine D.Don) terhadap bakteri penyebab diare. Jurnal Ilmu Farmasi, 14.

Marlina, L., Pujiastuti, S. D., dkk. (2024). Optimasi penggunaan pemanis stevia dan pengaruhnya terhadap kualitas sensoris dan stabilitas warna sirup bunga telang (Clitoria ternatea L.). Vol. 18.

Mirawati, Nurlina, & Isnayanti. (2025). Formulation of miana leaf extract syrup (Coleus Scutellarioides (L.) Benth) with variations in honey concentration as a sweetener. Jurnal Ilmiah Farmako Bahari. www.journal.uniga.ac.id

Mohan, J. D., Shahrukh, S. M., Jadhao, A. G., Sanap, J., & Patil, A. P. (2021). Formulation and evaluation of herbal syrup. Asian Journal of Pharmaceutical Research and Development, 9(3), 16–22. https://ajprd.com/index.php/journal/article/view/955

Nuzzaibah, H., & Ermawati, N. (2023). Formulasi dan evaluasi sediaan sirup antipiretik ekstrak daun jeruk nipis (Citrus aurantifolia L.). Jurnal Medika Nusantara, 1(2).

Rustiani, E., Anitania, R., & Effendi, M. (2021). Pengembangan sediaan sirup ekstrak rumput kebar (Biophytum petersianum) sebagai estrogenik dengan variasi jenis pemanis.

Salsabila, M. (2023). Formulasi dan uji mutu fisik sediaan sirup pereda nyeri dari ekstrak kayu manis (Cinnamomum burmanii) dengan variasi konsentrasi sukrosa. Jurnal Medika Nusantara, 1(2).

Sayuti, N. A. (2016). Pengaruh carboxymethyl celulosa natrium sebagai pengental terhadap stabilitas sirup temulawak (Curcuma xanthorriza Roxb).

Sayuti, N. A., & Winarso, A. (2015). Stabilitas fisik dan mutu hedonik sirup dari bahan temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb.).

Sharma, M., Sisara, K. D., Vaniya, J. H., Khuman, P., & Rathod, P. (2025). Formulation and evaluation of herbal cough syrup. International Journal of Pharmaceutical Research and Applications, 10(2), 934–941.

Siburian, N. N. C., & Kadiwijati, L. R. (2023). Formulasi dan uji stabilitas sediaan sirup ekstrak etanol daun sisik naga (Pyrrosia piloselloides L) dengan variasi konsentrasi sukrosa dan sorbitol sebagai bahan pemanis.

Wahdaniah, N. (2021). Pembuatan dan uji stabilitas fisik sirup ekstrak kulit buah semangka (Citrullus lanatus Thunb.). Jurnal Kesehatan Yamasi Makassar, 5.

Zainal, T. H., Aksa, R., Utami, Y. P., & Heldawati, H. (2024). Formulasi, uji stabilitas fisik, dan efektifitas sirup antelmentik ekstrak bawang putih (Allium sativum L.) terhadap cacing (Ascaris suum, Goeze). JPSCR: Journal of Pharmaceutical Science and Clinical Research, 9(2), 313.

Zakaria, N., Safrida, Y. D., & Jannah, R. (2024). Formulasi dan evaluasi stabilitas fisika sirup poliherbal yang mengandung ekstrak daun kelor, rimpang kunyit, dan rimpang jahe secara uji stabilitas dipercepat. Jurnal Sains dan Kesehatan, 6(3).

Downloads

Published

2026-02-28

How to Cite

Wardana, A., Amelrizki, B., Affifah, N. I. N., Maulani, A. D., Sanda, A. P., Saputro, M. R., & Pratama, R. (2026). REVIEW ARTIKEL: PERBANDINGAN JENIS PEMANIS DALAM FORMULASI SIRUP HERBAL TERHADAP STABILITAS FISIK DAN RASA. Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-Ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan Dan Farmasi, 26(1), 136–146. https://doi.org/10.36465/jkbth.v26i1.1903

Issue

Section

Artikel

Citation Check

Similar Articles

<< < 1 2 3 4 5 6 7 8 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.