Formulasi Dan Evaluasi Mutu Fisik Body Scrub Beras Merah Dan Madu Kelulut Kalimantan Tengah

Authors

  • Susi Novaryatiin Universitas Muhammadiyah Palangkaraya, Indonesia
  • Adeokta Wulandari Universitas Muhammadiyah Palangkaraya, Indonesia
  • Rika Arfiana Safitri Universitas Muhammadiyah Palangkaraya, Indonesia
  • Syahrida Dian Ardhany Universitas Muhammadiyah Palangkaraya, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.36465/jkbth.v26i1.1898

Keywords:

beras merah, body scrub, madu kelulut, mutu fisik, Kalimantan Tengah

Abstract

ABSTRAK

Paparan radikal bebas dan penumpukan sel kulit mati secara terus-menerus dapat menyebabkan kondisi kulit kusam, kering, dan penuaan dini, sehingga diperlukan perawatan eksfoliasi fisik secara berkala menggunakan sediaan body scrub. Penelitian ini bertujuan untuk memformulasikan sediaan body scrub inovatif dengan memanfaatkan potensi bahan alami lokal berupa beras merah dan madu kelulut khas Kalimantan Tengah, serta mengevaluasi mutu fisik sediaannya sebagai produk perawatan kulit. Metode penelitian yang digunakan meliputi pengolahan biji beras merah menjadi butiran eksfoliator. Pengujian mutu fisik dilakukan melalui replikasi sebanyak tiga kali yang mencakup parameter organoleptik, homogenitas, nilai pH, daya lekat, daya sebar, dan identifikasi tipe emulsi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sediaan memiliki karakteristik visual warna putih pucat, konsistensi semi-solid, dan aroma khas beras merah dengan tekstur butiran scrub yang kasar. Sediaan terbukti homogen dengan nilai pH rata-rata sebesar 7,06 ± 0,02, yang memenuhi persyaratan Standar Nasional Indonesia (SNI) 16-4399-1996 untuk sediaan kosmetik kulit. Selain itu, sediaan memiliki daya lekat rata-rata 7,6 ± 0,7 detik dan daya sebar 6,48 ± 0,15 cm, dimana keduanya masuk dalam kriteria ideal sediaan topikal yang memberikan kenyamanan penggunaan. Pengujian menggunakan metilen biru mengonfirmasi tipe emulsi M/A, yang memberikan keuntungan berupa sensasi dingin dan kemudahan saat dibersihkan dengan air. Kesimpulan utama penelitian ini adalah beras merah dan madu kelulut berhasil diformulasikan menjadi body scrub yang memenuhi seluruh parameter standar mutu fisik sediaan farmasi. Implikasi penelitian ini mendukung pengembangan kosmetik berbasis kekayaan hayati daerah sebagai agen eksfoliator dan antioksidan alami yang potensial bagi masyarakat.

Kata Kunci : beras merah, body scrub, madu kelulut, mutu fisik, Kalimantan Tengah

 

ABSTRACT

Prolonged exposure to free radicals and the accumulation of dead skin cells contribute to dullness, dryness, and premature aging, necessitating regular physical exfoliation with effective body scrub formulations. This study aimed to develop an innovative body scrub utilizing local biodiversity from Central Kalimantan—specifically red rice (Oryza nivara) and stingless bee honey (kelulut honey)—and to evaluate the physical quality of the resulting preparation. The research methods involved processing red rice grains into exfoliating granules, which were then incorporated into the formulation. Physical quality evaluations were conducted in triplicate, including organoleptic properties, homogeneity, pH value, adhesion, spreadability, and emulsion type. The results revealed that the formulated body scrub exhibited a pale white color, semi-solid consistency, a characteristic red rice aroma, and a coarse texture suitable for exfoliation. The preparation was homogeneous with an average pH value of 7.06 ± 0.02, meeting the Indonesian National Standard (SNI) 16-4399-1996 for skin cosmetic preparations. Furthermore, the preparation demonstrated an average adhesion time of 7.6 ± 0.7 seconds and a spreadability of 6.48 ± 0.15 cm, both of which fall within the ideal range for topical applications to ensure user comfort. Methylene blue testing confirmed an oil-in-water (O/W) emulsion type, which is characterized by a cooling sensation and ease of rinsing. In conclusion, red rice and kelulut honey were successfully formulated into a body scrub that meets all standard physical quality requirements for topical cosmetic preparations. The implications of this research support the potential of regional natural resources as sustainable sources of exfoliating agents and antioxidants in cosmetic development.

Keywords: body scrub, Central Kalimantan, physical quality, red rice, stingless bee honey

Author Biography

Susi Novaryatiin, Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Program Studi Farmasi

References

Afriliah, N., Taurina, W., & Andrie, M. (2022). Karakterisasi Simplisia Madu Kelulut (Heterotrigona itama) sebagai Bahan Baku Sediaan Obat Penyembuhan Luka. Majalah Farmasi Dan Farmakologi, 26(3), 104–110. https://doi.org/10.20956/mff.v26i3.20969

Agata, S. D., & Jayadi, L. (2022). Formulasi Lulur Body Scrub Beras Ketan Hitam (Oryza sativa Var. Glutinosa) dengan Perpaduan Yogurt Sebagai Zat Aktif. Jurnal Riset Kefarmasian Indonesia, 4(3), 332–352. https://doi.org/https://doi.org/10.33759/jrki.v4i3.293

Ani, N., & Paulitan, A. P. G. (2024). Formulasi Body Scrub Beras Merah (Oryza nivara) dan Madu (Mel depuratum) sebagai Pengangkat Sel Kulit Mati. Jurnal Sains Dan Kesehatan, 6(6), 875–880. https://doi.org/10.25026/jsk.v6i6.2356

Badan Standarisasi Nasional. (1996). Sediaan Tabir Surya (SNI 16-4399-1996). BSN.

Firmansyah, Adriana, A. N., & Narni. (2023). Formulasi dan Uji Mutu Fisik Sediaan Krim Body Scrub Ekstrak Kulit Pisang Goroho (Musa acuminate L.). PAPS Journal, 2(1), 30–38. https://doi.org/10.51577/papsjournals.v2i1.420

Hikma, N., Rachmawati, D., & Ratnah, S. (2022). Formulasi dan Uji Mutu Fisik Sediaan Body Scrub Ekstrak Kulit Buah Pepaya ( Carica papaya L ) dengan Variasi Konsentrasi Trietanolamin. Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia, 8(2), 185–195. https://doi.org/10.35311/jmpi.v8i2.218

Irwani, M., Maghfiranda, W., Sari, A., Silviana, E., & Burdah. (2024). Formulasi Body Scrub Alami Berbahan Sari Labu Kuning dan Ampas Kelapa sebagai Eksfolian. Jurnal SAGO Gizi Dan Kesehatan, 5(3b), 1094–1101. http://dx.doi.org/10.30867/gikes.v5i3B.1843

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2020). Farmakope Indonesia (VI). Direktorat Jenderal Kefarmasian dan Alat Kesehatan.

Kurniawan, R., Putri, M. N., Karsih, O. R., & Riswan, M. (2025). Madu Kelulut dan Kesejahteraan Masyarakat: Analisis Potensi Pengembangan di Kepulauan Meranti. Agriculture and Biological Technology, 2(2), 40–45. https://doi.org/10.61761/agiotech.2.2.40-45

Lestari, U., Yuliawati, Sani, F., Yuliana, & Muhaimin. (2022). Antioxidant Activities of Scrub Body Lotion Extract of Surian Leaves (Toona sinensis) with Powder Scrub Date Seeds (Phoenix dactylifera). Indonesian Journal of Pharmaceutical Science and Technology, 1(1), 60–69. https://doi.org/10.24198/ijpst.v1i1.42828

Nurmayanti, V. (2021). Formulasi dan Evaluasi Body Scrub Beras Merah (Oryza nivara) dan Ekstrak Teh Hitam (Camelia sinensis). STIKes Mitra Keluarga.

Oktavia, L., Yulianti, R., Gustaman, F., & Indra. (2025). Optimasi Formulasi Emulgel Topikal Berbasis Minyak Zaitun: Peran Gelling Agent Terhadap Viskositas, pH, Daya Sebar, dan Keamanan. Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu Ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan Dan Farmasi, 25(2), 1–10.

Pangestu, A., Widyasari, R., & Sari, D. Y. (2015). Formulasi Krim Body Scrub Ekstrak Etanol Beras Merah dengan Variasi Konsentrasi Span 80 dan Tween 80 sebagai Emulgator. Jurnal Kesehatan Khatulistiswa, 1(2), 164–176. https://doi.org/10.26418/JURKESWA.V1I2.43000

Rahma, L. L., Suryanti, L., & Majid, N. C. (2023). Formulasi dan Uji Stabilitas Fisik Sediaan Body Scrub Bengkuang (Pachyrhizus erosus) dengan Variasi Konsentrai Emulgator. Jurnal Ilmiah Farmasi Indonesia, 1(1), 9–14. https://doi.org/10.33221/jifin.v1i01.2478

Sutopo, I. E. (2023). Formulasi dan Uji Efektivitas Sediaan Krim Body Scrub Mengandung Eksfolian Beras Merah ( Oryza rufipogon Griff .) untuk Menghaluskan dan Menghilangkan Noda Kulit. Universitas Sumatera Utara.

Tuzairoh, N., Kusumo, D. W., & Pratiwi, E. D. (2022). Formulasi dan Evaluasi Krim Ekstrak Etanol Beras Merah (Oryza nivara L.). Jurnal Farmagazine, IX(2), 28–33. http://dx.doi.org/10.47653/farm.v9i2.563

Utami, D., Dewi, Y. S. K., & Lestari, O. A. (2024). Aktivitas Antioksidan dan Karakteristik Sensori Madu Kelulut Asal Kalimantan Barat. Jurnal Teknologi Pangan, 18(2), 88–101. https://www.doi.org/10.26502/ijabpt.202140

Veloso, P. H. F., Araujo, L. M. S., & Royo, V. de A. (2025). Honey : Chemical Composition and Moisturizing Potential for The Skin – A Review. International Journal of Applied Biology and Pharmaceutical Technology, 16(3), 54–60. https://doi.org/10.26502/ijabpt.2021

Wenas, D. M. (2021). Kajian Potensi Ekstrak Beras Merah dan Aplikasinya dalam Perawatan Kulit. Sainstech Farma Jurnal Ilmu Kefarmasian, 14(2), 121–126. https://doi.org/10.37277/sfj.v14i2.962

Downloads

Published

2026-02-20

How to Cite

Novaryatiin, S., Wulandari, A., Arfiana Safitri, R., & Dian Ardhany, S. (2026). Formulasi Dan Evaluasi Mutu Fisik Body Scrub Beras Merah Dan Madu Kelulut Kalimantan Tengah. Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-Ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan Dan Farmasi, 26(1), 76–83. https://doi.org/10.36465/jkbth.v26i1.1898

Issue

Section

Artikel

Citation Check

Similar Articles

1 2 3 4 5 6 7 8 9 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.