Capaian Nilai Indikator Mutu Evaluasi Penggunaan Obat Beberapa Puskesmas Kota/Kabupaten Bandung

Authors

  • Ni Nyoman Sri Mas Hartini PSPPA, Universitas Bhakti Kencana, Indonesia
  • Rizki Siti Nurfitria Sarjana Farmasi, Universitas Bhakti Kencana, Indonesia
  • Alia Resta Amsari Diploma III Farmasi, Universitas Bhakti Kencana, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.36465/jkbth.v26i1.1828

Keywords:

Evaluasi Penggunaan Obat, Indikator Mutu, Puskesmas, Bandung

Abstract

Capaian mutu pelayanan kefarmasian mencerminkan tingkat keunggulan serta menjadi jaminan penggunaan obat yang rasional dan keselamatan pasien. Salah satu sarana pelayanan kefarmasian yang dekat dengan masyarakat adalah Instalasi Farmasi Puskesmas. Oleh karena itu, kualitas pelayanan kefarmasian di Puskesmas penting diukur untuk memastikan terpenuhinya standar pelayanan. Salah satu ukuran kualitas pelayanan kefarmasian adalah indikator mutu evaluasi penggunaan obat. Untuk saat ini, kajian tentang penilaian capaian indikator mutu evaluasi penggunaan obat Puskesmas, khususnya wilayah Bandung, masih terbatas. Secara kuantitatif, mutu pelayanan kefarmasian di Puskesmas dapat dinilai menggunakan metode Delphi termodifikasi. Penelitian ini diarahkan untuk mengkaji capaian mutu evaluasi penggunaan obat pada 4 Puskesmas yang berada di wilayah Kota maupun Kabupaten Bandung menggunakan metode Dephi termodifikasi. Capaian mutu yang dinilai terdiri dari 7 standar indikator mutu evaluasi penggunaan obat. Penelitian ini merupakan penelitian observasional yang dirancang mengikuti desain cross-sectional. Data yang dianalisis adalah data retrospektif berupa seluruh data resep yang dilayani masing-masing Puskesmas selama periode Oktober – Desember 2024. Data disajikan dalam bentuk deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak satupun Puskesmas yang menjadi objek penelitian ini memenuhi standar semua indikator mutu Delphi termodifikasi. Puskesmas nomor 2 memenuhi maksimal 5 standar indikator mutu penggunaan obat (71,43%). Puskesmas nomor 4 memenuhi 4 standar indikator mutu (57,14%) dan 2 Puskesmas lainnya hanya memenuhi 3 standar indikator mutu (42,86%). Indikator mutu yang dicapai yaitu peresepan Obat Generik, peresepan antibiotik pada kasus diare non-spesifik, peresepan antibiotik pada ispa non- pneumonia, jumlah obat per resep, dan peresepan Oralit serta Zink pada kasus diare non-spesifik.

References

Almahera, A. (2024). Implementasi Mutu Pelayanan Farmasi Klinik di Puskesmas Kabupaten Lombok Tengah. Jurnal Penelitian Kesehatan" SUARA FORIKES"(Journal of Health Research" Forikes Voice"), 15(1), 124–130.

Amin, L. Z. (2015). Tatalaksana Diare Akut. CDK-230, 42(7), 504–508.

Dewi, D. A. P. S., Satibi, S., & Puspandari, D. A. (2015). Analisis Biaya Obat Pada Era JKN dan Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Di Fasilitas Penunjang Kesehatan Daerah Istimewa Yogyakarta. JURNAL MANAJEMEN DAN PELAYANAN FARMASI (Journal of Management and Pharmacy Practice), 5(4), 291–300.

Diana, K., Kumala, A., Nurlin, N., & Tandah, M. R. (2021). Evaluasi Penggunaan Obat Berdasarkan Indikator Peresepan dan Pelayanan Pasien di Rumah Sakit Tora Belo. JURNAL FARMASI DAN ILMU KEFARMASIAN INDONESIA, 7(1SI), 13. https://doi.org/10.20473/jfiki.v7i1si2020.13-19

Dillasamola, D. (2011). Buku Saku Petugas Kesehatan Lintas Diare. Direktorat Jendral Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan, Departemen Kesehatan RI.

Fadhilah, N. A., Herlina, R., Sandi, D. A. D., & Rochani, H. (2024). Peningkatan Pengetahuan Masyarakat dalam Penggunaan Oralit dan Zink dalam Penanganan Diare. Jurnal Pengabdian Masyarakat Panacea, 2(1), 15. https://doi.org/10.20527/jpmp.v2i1.11634

Fudholi, A., Andayani, T. M., Satibi, S., & Gilarsih, N. (2022). Evaluasi Penggunaan Obat Berdasarkan Indikator Kinerja Pelayanan Kefarmasian Pada Puskesmas Wilayah Kota Kupang. Majalah Farmaseutik, 18(2), 105–112. https://doi.org/10.22146/farmaseutik.v1i1.54770

Humrah, H., Safiyanthy, I., Wong, A., & Mukaramah, S. (2018). Gambaran Pengetahuan Ibu Balita dalam Penanganan Awal Description of Mother Knowledge In Initial Handling of Diarres. Jurnal Bidan, 5(01), 1–7.

Kemenkes RI. (2016). Panduan Praktik Klinis bagi Dokter di Fasilitas Pelayanan Kesehatan Tingkat Pertama. Kementerian Keseharan RI.

Mostafa, S., Mohammad, M. A., & Ebrahim, J. (2021). Policies and Practices Catalyzing the Use of Generic Medicines: A Systematic Search and Review. Ethiopian Journal of Health Sciences, 31(1), 167–178. https://doi.org/10.4314/ejhs.v31i1.24

Muti, A. F., & Octavia, N. (2018). Kajian Penggunaan Obat Berdasarkan Indikator Peresepan WHO dan Prescribing Errors Di Apotek Naura Medika, Depok. Sainstech Farma, 11(1), 25–30.

Ningsih, N. A. D. A. (2023). Analisis Pelayanan Farmasi Satu Pintu Di Puskesmas Labibia Kota Kendari Analysis of One-Stop Pharmacy Services at Labibia Health Center in Kendari City Info Artikel: PENDAHULUAN Puskesmas merupakan fasilitas kesehatan tingkat pertama yang memiliki tanggu. Jurnal Pharmacia Mandala Waluya, 2(5), 276–285.

Pebriana, P., Hening Puspitaningtyas, P., Hening Puspitaningtyas, P., Sasongko, H., & Sasongko, H. (2018). PENILAIAN POLA PENGGUNAAN OBAT BERDASARKAN INDIKATOR PERESEPAN WHO DI RSUD Ir SOEKARNO SUKOHARJO. Borneo Journal of Pharmascientech, 2(1). https://doi.org/10.51817/bjp.v2i1.171

Permenkes. (2010). Kewajiban Menggunakan Obat Generik di Fasilitas Pelayanan Kesehatan Pemerintah. Departemen Kesehatan RI.

Permenkes. (2022). Peraturan menteri kesehatan republik indonesia nomor 34 tahun 2022 tentang Akreditasi pusat kesehatan masyarakat, klinik, laboratorium kesehatan, unit transfusi darah, tempat praktik mandiri dokter, dan tempat praktik mandiri dokter gigi. Kemenkes RI.

Putri, U. A., Prasetijo, A. B., & Purnami, C. T. (2023). Sistem informasi manajemen logistik obat di pelayanan farmasi puskesmas: Literature review. Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI), 6(6), 1016-1024.

Rahmawati, A. N., & Mutmainah, N. (2023). EVALUASI PERESEPAN OBAT BERDASARKAN INDIKATOR WORLD HEALTH ORGANIZATION (WHO) DI PUSKESMAS KECAMATAN KARANGANYAR. Usadha Journal of Pharmacy, 133–143. https://doi.org/10.23917/ujp.v2i1.142

Satibi, S. D., Prastyo, M. R. R., & Hardika, A. (2019). Penilaian Mutu Pelayanan Kefarmasian Di Puskesmas. UGM Press.

Wahyuni, F. (2013). HERBAL MEDICINE Seminar Nasional dan Workshop. 78–81.

Wulandari, A., Tuldjanah, M., & Ernawati, E. (2022). Swamedikasi Penggunaan Tablet Zinc untuk Diare pada Pasien Dewasa di Desa Sejahtera, Kecamatan Palolo Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah. Jurnal Masyarakat Berdaya dan Bermitra (Matra), 1(1), 7–13.

Downloads

Published

2026-02-20

How to Cite

Sri Mas Hartini, N. N., Rizki Siti Nurfitria, & Alia Resta Amsari. (2026). Capaian Nilai Indikator Mutu Evaluasi Penggunaan Obat Beberapa Puskesmas Kota/Kabupaten Bandung. Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-Ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan Dan Farmasi, 26(1), 67–75. https://doi.org/10.36465/jkbth.v26i1.1828

Issue

Section

Artikel

Citation Check

Similar Articles

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.